Konsumsi Solar Sepanjang Tahun 2026 Diproyeksikan Melonjak, Pertamina Beberkan Alasan
JAKARTA - Pertamina Patra Niaga memproyeksikan komsumsi solar pada tahun 2026 akan mengalami lonjakan sebesar 3,1 persen dibandingkan kuota yang ditetapkan.
Asal tahu saja, kuota yang ditetapk sepanjang tahun 2026 sebesar 18,8 juta kiloliter (KL).
Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar menjelaskan, peningkatan konsumsi ini dikarenakan terdapat beberapa kebutuhan yang belum diperhitungkan dalam kuota yang telah ditetapkan.
Kendati demikian, Achmad memastikan, peningkatan ini masih relatif terkendali.
Bahkan, kata dia, selisih kuota dan realisasi di tahun 2025 justru tercatat turun sekitar 1,6 persen.
"Namun, kuota yang disiapkan pemerintah untuk 2026 dan prognosa yang kita perhitungkan itu akan terjadi kenaikan atau over kuota," ujar Achmad dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Selasa 27 Januari.
Mantan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM ini mengatakan, over kuota solar tahun ini dipengaruhi oleh tambahan pemanfaatan solar untuk berbagai program dan kebutuhan nasional yang sebelumnya belum diperhitungkan dalam kuota.
Dia merinci, kebutuhan tersebut antara lain penanganan pascabencana, program penggaraman nasional, Koperasi Nelayan Merah Putih, hingga program Brigade Pangan.
"Tapi nanti dalam perkembangannya kita lihat seberapa besar itu kita manfaatkan untuk dapat lakukan revisi. Sedangkan untuk minyak tanah dan Pertalite sebagai BBM subsidi, relatif antara kuota yang diberikan pemerintah dan realisasi cukup aman, artinya tercukupi terhadap kuota yang diberikan pemerintah," terang Achmad.
Baca juga:
Dia juga menyebut, prognosa pada tahun 2026 akan terjadi penurunan sedikit antara kuota yang diberikan pemerintah dan prognosa realisasi, walaupun penurunan itu hanya sedikit.