Risiko Beli Mobil Hybrid Bekas yang Harus Dipertimbangkan
YOGYAKARTA – Risiko beli mobil hybrid bekas jadi hal yang perlu dipertimbangkan sebelum meminang jenis kendaraan tersebut. Pasalnya tidak semua pengguna kendaraan memahami risiko yang mungkin terjadi pada kendaraan hybrid bekas terutama berkaitan dengan baterainya. Artikel ini akan memberikan informasi kepada Anda apa saja risiko yang mungkin bisa terjadi jika membeli mobil hybrid second.
Risiko Beli Mobil Hybrid Bekas
Teknologi hybrid pada kendaraan roda empat memang cukup menarik. Namun teknologi itu perlu dipertimbangkan jika Anda membelinya pada kondisi bekas. Berikut ini beberapa risiko mobil hybrid yang dibeli bekas, dilansir dari berbagai sumber.
- Risiko kerawanan pada baterai
Baterai adalah salah satu komponen penting pada mobil hybrid. Membeli mobil jenis hibrida berisko mendapatkan kerawanan pada baterai. Misalnya, kerawanan pada masa pakai baterai yang hampir habis.
Seperti diketahui, masa pakai baterai mobil hibrida adalah 8 hingga 10 tahun. Jika Anda membeli mobil yang usianya hampir mendekati masa pakai, kemungkinan besar Anda perlu segera melakukan penggantian komponen tersebut.
Selain masa pakai berakhir, baterai pada mobil hibrida juga berisiko rusak atau mengalami gangguan. Sayangnya baterai mobil tidak dapat diservis melainkan harus ganti baru. Sedangkan biaya penggantian baterai mobil cukup besar, bisa mencapai puluhan juta tergantung tipe dan merk mobil. Risiko kerusakan baterai pada mobil perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan beli second.
Baca juga:
- Kerusakan komponen lain pada mobil
Tidak hanya pada baterai, risiko beli mobil hibrid bekas lain adalah potensi adanya kerusakan komponen lain. Potensi kerusakan pada mobil jenis hybrid misalnya, bantalan poros engkol, piston, hingga noken as mengalami keausan karena adanya masalah pada sirkulasi oli. Komponen mobil hybrid sendiri harganya tak kalah mahal dengan harga baterai.
- Potensi masalah pada sistem kelistrikan
Sistem kelistrikan mobil hybrid lebih rumit dibanding mobil konvensional. Rangkaian kelistrikan itu bisa mengalami kerentanan karena berbagai hal, misalnya terkena banjir atau karena alasan human eror. Potensi ini sangat mungkin terjadi dialami pada mobil hybrid bekas yang kemudian dijual demi menghindari biaya perbaikan yang sangat mahal.
- Harga jual cepat turun
Harga mobil hybrid bekas sangat mudah turun, bahkan drastis. Penurunan harga jual itu terjadi karena banyak hal misalnya minat masyarakat yang tidak terlalu tinggi, komponen yang usang, hingga berakhirnya masa garansi. Jika membeli hybrid bekas maka harus bersiap kendaraan Anda masuk dalam daftar harga mobil hybrid bekas yang mengalami penurunan harga.
- Bengkel mobil hybrid masih sulit
Pengguna mobil hybrid pertama tidak disarankan untuk membeli bekas karena layanan perbaikannya cukup sulit ditemukan. Tidak semua bengkel bisa mengatasi kerusakan mobil jenis ini kecuali bengkel resmi.
Itulah beberapa risiko beli mobil hybrid bekas yang perlu diketahui. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.