Migran Ilegal Afrika Masuk Eropa Lewat Yunani Dicegat, 131 Orang Diamankan
JAKARTA - Kapal penjaga pantai Yunani yang beroperasi di Pantai Kreta menyelamatkan 131 calon migran ilegal pada Sabtu 27 Desember pagi waktu setempat.
Mengutip AFP, ratusan migran itu diselamatkan dari atas kapal nelayan sekitar 14 mil laut di selatan Gavdos, sebuah pulau kecil di selatan Kreta.
Para migran yang kewarganegaraannya masih belum teridentifikasi dibawa ke Gavdos.
Ini menjadi operasi penyelamatan kelima dari lima operasi dalam beberapa waktu terakhir di kawasan tersebut.
Dengan demikian total 840 pekerja migran telah berhasil diselamatkan otoritas Yunani.
Banyak orang berasal dari Libya mencoba mencari peruntungannya keluar negara lewat Pulau Kreta tetapi banyak yang tenggelam selama penyeberangan yang berisiko tersebut.
Pada awal Desember, 17 orang pekerja migran ilegal — sebagian besar warga Sudan atau Mesir — ditemukan tewas setelah kapal mereka tenggelam di lepas pantai Kreta, dan 15 lainnya dilaporkan hilang. Hanya dua orang yang selamat.
Menurut Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi, lebih dari 16.770 orang yang mencoba mencapai Eropa telah tiba di Pulau Kreta sejak awal tahun, lebih banyak daripada di pulau Yunani lainnya.
Pada Juli 2025, pemerintah konservatif menangguhkan pemrosesan permohonan suaka selama tiga bulan, khususnya bagi mereka yang datang dari Libya, dengan mengatakan bahwa langkah tersebut "mutlak diperlukan" dalam menghadapi meningkatnya arus migran.
Baca juga:
- Tim SAR Cari 4 Warga Spanyol Hilang Gegara Kapal Terbalik di Labuan Bajo
- Besok Turki Gelar Pemakaman Militer 5 Perwira Libya Tewas Kecekaan Pesawat
- Hongaria Ungkap Eropa Bisa Saja Cegah Munculnya Perang Ukraina-Rusia, Tapi Terseret AS
- Korsel Sahkan RUU Berita Terbukti Hoaks Diganti Rugi Uang, Dianggap Bungkam Pers