Bitcoin Melemah ke Rp1,48 Miliar, Turun 1,2 Persen dalam 24 Jam Terakhir
JAKARTA - Pasar aset kripto melemah dalam 24 jam terakhir, di mana Ajaib melihat Bitcoin turun sebesar 1,20 persen ke level 87.675 dolar AS atau sekitar Rp1,48 miliar.
Meski masih kesulitan menembus zona 89.000–90.000 dolar AS (Rp1,49-Rp1,5 miliar), Financial Expert Ajaib Panji Yudha menilai, Bitcoin tetap bertahan di atas area support 85.000 dolar AS (Rp1,44 miliar).
Pergerakan ini juga dinilai masih wajar mengingat kondisi pasar kripto global yang belum menemukan katalis kuat untuk mendorong tren baru.
“BTC masih terjaga bergerak diatas support 85.000 dolar AS (Rp1,44 miliar), sehingga masih potensi menuju MA-50 di 92.000 dolar AS (Rp1,56 miliar) dengan resistance berikutnya di 94.000 dolar AS (Rp1,59 miliar),” kata Panji.
Tokocrypto mencatat tekanan di pasar kripto terjadi seiring menguatnya sentimen risk-off setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Federal Reserve. Di mana peluang pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada Januari 2026 kini hanya sekitar 13%.
Menyempitnya peluang penurunan suku bunga mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi, yang pada akhirnya menekan aset berisiko termasuk kripto.
“Tekanan terjadi setelah rilis data PDB AS yang kuat, yang menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Januari menjadi hanya 13%, sehingga Bitcoin dan mayoritas altcoin bergerak melemah,” jelasnya.