Chris Rea Penulis Lagu Driving Home For Christmas Meninggal Dunia di Usia 74 Tahun

JAKARTA - Musisi asal Inggris, Chris Rea, yang dikenal luas melalui lagu Natal ikonik “Driving Home For Christmas”, dilaporkan meninggal dunia pada usia 74 tahun.

Kepergian Rea menjadi ironi yang menyedihkan, mengingat suaranya saat ini tengah berkumandang di berbagai penjuru dunia yang sedang menyambut perayaan Natal.

Adapun kabar kepergian Rea dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga. Ia meninggal dunia pada Minggu, 22 Desember waktu setempat.

Juru bicara keluarga menjelaskan, Rea menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit setelah berjuang melawan penyakit dalam waktu singkat. Saat detik-detik terakhirnya, ia didampingi oleh istri dan kedua anaknya.

"Dengan kesedihan yang mendalam kami mengumumkan kematian Chris yang tercinta," ujar perwakilan keluarga, dikutip NME, Rabu, 24 Desember.

"Dia meninggal dunia dengan damai di rumah sakit pagi ini setelah menderita sakit singkat, dikelilingi oleh keluarganya," tambah pernyataan tersebut.

Lahir pada 4 Maret 1951, putra dari ayah berdarah Italia dan ibu asal Irlandia itu mengawali kariernya dengan cara yang unik, yakni membantu bisnis es krim keluarganya sebelum akhirnya belajar gitar secara otodidak.

Karakter permainan gitar slide-nya yang khas mulai terasah saat ia bergabung dengan Magdalene, menggantikan posisi David Coverdale yang kemudian menjadi vokalis Deep Purple.

Meski baru serius bermusik di usia 20-an, Rea berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai musisi produktif dengan merilis lebih dari 25 album studio sepanjang kariernya.

Puncak popularitas Rea terjadi pada akhir era 1980-an, di mana ia mencatatkan dua album yang merajai tangga lagu Inggris, The Road To Hell (1989) dan Auberge (1991). Namun, warisan terbesarnya yang paling membekas di hati publik adalah lagu “Driving Home For Christmas”.

Menariknya, dalam wawancara terakhirnya pekan lalu, Rea mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa lagu tersebut ditulis saat dirinya justru sedang terkena sanksi larangan mengemudi.

"Ini adalah lagu yang membuat frustasi, tetapi juga penuh harapan dan menenangkan," ungkap Rea. "Lucu memang, karena saya baru saja dilarang mengemudi ketika saya menulisnya. Namun saya merasa senang pada saat itu, dan orang-orang bilang mereka bisa mendengar suasana hati yang menyenangkan dan menular itu ketika mereka mendengarnya."

Sepanjang hidupnya, Rea dikenal sebagai sosok yang tangguh dalam menghadapi masalah kesehatan. Ia sempat didiagnosis menderita kanker pankreas pada tahun 1994, yang mengharuskannya menjalani operasi besar, hingga menderita stroke pada tahun 2016.