7 Fakta Pohon Akasia yang Jarang Diketahui: Jadi Bahan Baku Parfum hingga Mencegah Longsor

YOGYAKARTA – Pohon akasia, yang termasuk dalam family Fabaceae, dikenal sebagai pohon serbaguna, serta mampu beradaptasi di berbagai jenis tanah dan lingkungan. Simak fakta pohon akasia dalam artikel di bawah ini.

Di Indonesia, Pohon akasia memiliki sebutan yang berbeda-beda di setiap daerah. Masyarakat Seram menyebutnya mangga hutan atau tongke hutan, di Maluku dikenal dengan nama nak, di Kepulauan Aru disebut laj, sedangkan di wilayah Irian Jaya dikenal sebagai jerri.

Secara geografis, tanaman akasia berasal dari Afrika dan Australia. Akasia termasuk ke dalam kelompok tanaman penghasil kayu dan pertama kali dikenalkan di Indonesia sebagai tanaman penghijauan pada sekitar dekade 1970-an.

Fakta Pohon Akasia

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut fakta menarik tentang pohon akasia yang jarang diketahui:

  1. Pertumbuhan Cepat

Pohon akasia dikenal memiliki laju pertumbuhan yang sangat cepat, menjadikannya pilihan utama dalam program reboisasi dan penghijauan. Dalam kondisi lingkungan yang optimal, beberapa spesies akasia dapat tumbuh hingga 1–1,2 meter per tahun, dikutip dari laman Grow Billion Tree.

Pertumbuhan yang cepat ini memungkinkan akasia dengan cepat menutup lahan kritis, mengurangi erosi tanah, serta membantu pemulihan ekosistem dalam waktu relatif singkat.

  1. Umur Panjang

Meskipun sebagian spesies akasia memiliki umur yang relatif pendek, terdapat pula jenis-jenis tertentu yang mampu bertahan lebih dari 100 tahun. Pohon akasia yang berumur panjang dapat terus memberikan manfaat ekologis, seperti penyediaan habitat, penyerapan karbon, dan perbaikan struktur tanah, selama beberapa generasi.

  1. Keanekaragaman Spesies

Genus akasia memiliki tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi, mencakup lebih dari 1.300 spesies dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi, mulai dari semak kecil hingga pohon besar yang menjulang tinggi.

Salah satu spesies yang paling terkenal adalah Acacia dealbata atau silver wattle, yang populer karena bunganya yang berwarna kuning cerah dan harum, serta sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan simbol nasional di beberapa negara.

  1. Kemampuan Adaptasi yang Tinggi

Pohon akasia memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa. Tanaman ini mampu tumbuh di berbagai jenis tanah, termasuk tanah miskin hara, berpasir, hingga berbatu.

Akasia juga dapat bertahan di beragam kondisi iklim, mulai dari daerah kering dan panas hingga wilayah tropis yang lembap. Sifat ini menjadikan akasia sangat cocok untuk proyek lanskap, rehabilitasi lahan, dan reboisasi di wilayah ekstrem.

  1. Bahan Baku Parfum

Mengutip laman Lindungi Hutan, kayu pohon akasia sering dimanfaatkan sebagai bahan baku parfum atau minyak wangi. Sebab kayu tanaman ini mampu menghasilkan minyak esensial dengan aroma yang khas serta nilai jualnya tinggi saat dijadikan parfum.

  1. Bahan Furnitur dan Mebel

Kayu yang dihasilkan dari tanaman ini dikenal kuat dan tahan lama, sehingga sangat sesuai dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan furnitur, perabot rumah tangga, maupun kebutuhan konstruksi bangunan.

Selain itu, kayu akasia relatif mudah diolah dan dibentuk, sehingga banyak digunakan untuk menghasilkan berbagai perlengkapan rumah, seperti mangkuk, sendok kayu, kursi, serta peralatan lainnya.

  1. Mencegah Longsor

Tanah longsor umumnya terjadi akibat tingginya intensitas hujan atau berkurangnya vegetasi di daerah lereng akibat penebangan pohon. Oleh karena itu, pohon akasia kerap ditanam di kawasan lereng gunung sebagai upaya untuk menekan risiko longsor.

Penanaman akasia dapat membantu memperkuat struktur tanah, sehingga tanah yang semula gembur menjadi lebih stabil dan padat.

Demikian informasi tentang fakta pohon akasia. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.id.