IHSG Akhir Pekan Diproyeksi Melemah, Cek Rekomendasi Sahamnya
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan hari ini, Jumat, 19 Desember, setelah kemarin ditutup turun 0,68 persen atau 19,149 poin ke level 8.618,195.
Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebut, pelemahan IHSG antara lain disebabkan oleh rupiah yang cenderung melemah selama beberapa hari terakhir, meskipun BI Rate dipertahankan tetap di level 4,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur BI.
Rupiah berlanjut melemah di pasar spot pada level Rp 16.723 per dolar Amerika Serikat (AS), di tengah penguatan indeks dolar AS dan mata uang di Asia yang ditutup variatif. Selain itu, meningkatnya ketidakpastian global serta minimnya sentimen positif baru yang kuat juga mendorong pelemahan indeks.
Secara teknikal terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan Stochastic RSI kembali mengalami death cross mendekati area oversold. IHSG ditutup di bawah level MA5, namun masih bertahan di atas level MA20.
"Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dan menguji level support di 8.550–8.600," jelas Phintraco Sekuritas.
Dari sisi sentimen, investor akan menantikan hasil pertemuan Bank of Japan, yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 0,75 persen, yang merupakan level tertinggi dalam 30 tahun terakhir.
Jika perkiraan ini benar terjadi, ada potensi meningkatkan volatilitas saham dan mata uang di pasar global karena kemungkinan terjadinya pembalikan aliran dana investor di pasar global ke Jepang dalam jangka pendek.
Hal ini karena adanya strategi investor untuk meminjam dana dari mata uang berbunga rendah seperti yen Jepang untuk diinvestasikan ke mata uang yang menawarkan suku bunga lebih tinggi, atau dikenal dengan sebutan carry trade.
Baca juga:
Kenaikan suku bunga Jepang berpotensi membuat investor yang melakukan carry trade tersebut menutup posisi pinjamannya sehingga akan meningkatkan volatilitas pasar global karena arus dana kembali ke Jepang. Namun diperkirakan dampak tersebut hanya jangka pendek.
Untuk perdagangan hari ini sejumlah saham direkomendasikan Phintraco Sekuritas, antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL).