Memahami Sifat Mustahil Rasul sebagai Pondasi Keimanan yang Benar
YOGYAKARTA - Sifat mustahil rasul merupakan sifat-sifat yang tidak mungkin dimiliki para rasul Allah, karena bertentangan dengan kesempurnaan akhlak dan tugas mulia mereka dalam menyampaikan wahyu.
Memahami konsep ini sangat penting bagi umat Islam agar memiliki akidah yang lurus serta tidak keliru dalam menilai kedudukan dan peran rasul dalam ajaran Islam.
Pengertian Sifat Mustahil Rasul
Dilansir VOI dari laman NU Online, sifat mustahil rasul adalah sifat yang secara akal dan syariat tidak mungkin ada pada diri para rasul Allah.
Ketidakmungkinan ini bersifat mutlak karena jika sifat-sifat tersebut ada pada rasul, maka akan merusak kepercayaan terhadap kebenaran wahyu dan ajaran yang mereka sampaikan.
Perlu diketahui, para rasul dipilih dan dijaga langsung oleh Allah untuk menjadi penyampai risalah. Oleh karena itu, segala sifat tercela yang berpotensi merusak misi kerasulan dinyatakan mustahil bagi mereka.
4 Sifat Mustahil Rasul
Nah, berikut ini beberapa sifat mustahil yang tidak dimiliki oleh rasul sebagai kebalikan dari sifat wajibnya:
Kadzib (Berdusta)
Sifat mustahil pertama bagi rasul adalah kadzib, yaitu berdusta. Mustahil bagi seorang rasul berbohong, terutama dalam menyampaikan wahyu dan ajaran agama. Seluruh perkataan dan risalah yang dibawa para rasul adalah kebenaran yang berasal dari Allah.
Jika rasul berdusta, maka keabsahan mukjizat yang Allah berikan akan dipertanyakan. Mukjizat sendiri merupakan bentuk pembenaran Allah terhadap kerasulan seseorang.
Oleh sebab itu, dusta pada diri rasul tidak mungkin terjadi karena akan menyalahi hikmah pemberian mukjizat itu sendiri.
Baca juga:
Khianat (Tidak Amanah)
Sifat mustahil kedua adalah khianat, yaitu tidak amanah atau tidak dapat dipercaya. Para rasul mustahil melakukan pengkhianatan dalam bentuk apa pun, baik dalam ucapan, perbuatan, maupun sikap batin.
Selain itu, para Rasul juga terpelihara dari perbuatan maksiat yang mencederai martabatnya. Jika seorang rasul berkhianat atau berbuat dosa, maka umatnya akan diperintahkan untuk meniru perbuatan tersebut, sementara Allah tidak pernah memerintahkan kemaksiatan.
Kitman (Menyembunyikan Risalah)
Kitman berarti menyembunyikan atau menahan risalah yang seharusnya disampaikan kepada umat. Sifat ini mustahil dimiliki oleh rasul karena bertentangan langsung dengan tugas utama mereka sebagai penyampai wahyu.
Baca juga artikel yang membahas Tahun Baru Menurut Pandangan Islam: dari Hukum Mubah (Boleh) hingga Haram
Para rasul berkewajiban menyampaikan seluruh ajaran Allah tanpa dikurangi atau disembunyikan. Namun jika risalah disimpan, maka tujuan pengutusan rasul menjadi batal dan manusia akan kehilangan petunjuk yang seharusnya mereka terima.
Baladah (Bodoh atau Lemah Akal)
Sifat mustahil terakhir bagi rasul adalah baladah, yaitu bodoh atau lemah akal. Mustahil bagi rasul memiliki sifat ini karena mereka ditugaskan untuk menghadapi berbagai penentang dakwah yang memiliki argumentasi yang kuat.
Kecerdasan rasul diperlukan agar mereka mampu menjelaskan kebenaran, membantah kesesatan, serta membimbing umat menuju hidayah. Kebodohan akan bertentangan dengan kedudukan rasul sebagai pembawa petunjuk bagi manusia.
Setiap sifat mustahil rasul di atas memiliki lawan berupa sifat wajib. Kadzib berlawanan dengan sidiq, khianat berlawanan dengan amanah, kitman berlawanan dengan tabligh, dan baladah berlawanan dengan fathanah.
Dengan demikian, berbagai pemahaman ini membantu umat Islam melihat kesempurnaan pribadi rasul secara utuh.
Memahami sifat mustahil rasul merupakan bagian penting dari iman kepada para utusan Allah. Dengan memahami hal ini, umat Islam dapat menjaga akidah, menumbuhkan rasa hormat, serta meneladani para rasul dengan keyakinan yang benar.