Rusia hingga Korsel Tunjukkan Minat Kembangkan PLTN, Kementerian ESDM Cari Harga Kompetitif
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan beberapa negara telah menunjukkan minat untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, pemerintah mencari vendor yang kompetitif, dengan mempertimbangkan efisiensi dan listrik yang diproduksi.
“Kami akan melihat dari sisi pembangunan PLTN-nya, mana yang lebih efisien, kompetitif, dan juga dari sisi output-nya,” ujar Yuliot kepada awak media di Jakarta, Jumat, 12 Desember.
Dikatakan Yuliot, beberapa negara yang telah menunjukkan minat antara lain Rusia, Kanada dan Korea Selatan.
“Jadi nanti kami akan memilih dari sisi besaran investasi, output, dan juga efisiensi. Jadi, yang kami harapkan, dengan adanya PLTN, harga HPP (harga pokok penjualan) yang dibeli oleh PLN bisa lebih bersaing,” sambung Yuliot.
Ia menambahkan, pengembangan PLTN di Indonesia baru akan dilakukan setelah peraturan presiden (perpres) pembentukan Badan Pelaksana Program Energi Nuklir atau Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPIO) rampung.
Menurutnya, saat ini aturan tersebut telah memasuki tahap harmonisasi dan akan disahkan oleh kementerian/lembaga terkait.
“Jadi ini untuk rancangan Keputusan Presidennya, ini kan sudah selesai harmonisasi dan juga ini dalam proses pengundangan.Jadi harapannya itu nanti kita akan memilih mitra dalam rangka pembangunan PLTN,” ucap Yuliot.
Sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan komitmennya untuk membantu Indonesia dalam mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Hal tersebut dikatakannya dalam pertemuan resmi dengan Presiden Prabowo Subianto di Moskow pada Rabu, 10 Desember.
Baca juga:
Selain itu, Putin mengatakan, Rusia dan Indonesia juga sepakat mempererat hubungan kerja sama di bidang pertahanan dan militer. Di mana, spesialis Indonesia banyak yang mengikuti pendidikan militer di Rusia.
Terakhir di bidang pariwisata, Putin menyebut akan terus dilanjutkan dengan memberikan kemudahan visa.
Secara keseluruhan, pariwisata menjadi salah satu pilar penting dalam hubungan bilateral Indonesia-Rusia.