Tiga Bank BUMN Ini Bantu Pembiayaan Proyek Flyover Sitinjau Lauik Rp2,79 Triliun
JAKARTA - PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) menandatangani Perjanjian Pembiayaan Sindikasi untuk Proyek KPBU Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) di Jakarta, 11 Desember 2025.
Sedikitnya, ada tiga bank BUMN yang turut terlibat dalam pembiayaan proyek tersebut meliputi, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai agen jaminan dan pemberi fasilitas pembiayaan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai agen fasilitas, agen penampungan/escrow dan pemberi fasilitas pembiayaan serta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai pemberi fasilitas pembiayaan.
Kemudian, ada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebagai pemberi fasilitas pembiayaan; serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk dan Bank Nagari sebagai pemberi fasilitas pembiayaan konvensional dan syariah.
Direktur PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik Michael Arthur Paulus Rumenser mengatakan, penandatanganan pembiayaan sindikasi tersebut merupakan langkah krusial, menandai keseriusan seluruh pihak dalam mewujudkan infrastruktur yang telah lama dibutuhkan pengguna jalan dan pelaku logistik di Sumatera Barat (Sumbar).
"Dengan struktur pembiayaan sindikasi ini, HPSL memiliki landasan lebih kuat untuk memasuki fase konstruksi dan memastikan proyek berjalan sesuai rencana," ujar Michael dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat, 12 Desember.
Penandatanganan perjanjian pembiayaan sindikasi itu menegaskan PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik telah memasuki tahapan penting menuju fase percepatan konstruksi Flyover Panorama I.
Dia menilai, proyek tersebut akan menjadi infrastruktur vital yang menghubungkan Kota Padang dan Kota Solok, dua pusat pertumbuhan utama di Sumatera Barat.
"Flyover dirancang sebagai solusi atas kondisi ekstrem Sitinjau Lauik, terutama tikungan tajam dan kemiringan curamyang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan dan salah satu hambatan utama arus logistik," katanya.
Sementara itu, Gubernur Provinsi Sumbar Mahyeldi Ansharullah menuturkan, pembangunan Flyover Panorama I dengan nilai investasi sekitar Rp2,79 triliun tersebut merupakan kebutuhan mendesak untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana.
"Proyek ini kami pandang sebagai salah satu simpul penting dalam penguatan jaringan logistik dan pariwisata Sumatera Barat," tuturnya.
Baca juga:
Untuk itu, dia menyampaikan apresiasi atas terlaksananya penandatanganan pembiayaan sindikasi tersebut.
"Penandatanganan perjanjian pembiayaan sindikasi proyek KPBU Flyover Panorama I merupakan tonggak penting bagi percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Sumatera Barat, sekaligus wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, BUMN dan sektor perbankan nasional," imbuhnya.