NASA Akan Luncurkan Balon Ilmiah dengan Dua Muatan di Antarktika
JAKARTA – NASA akan kembali menggelar program Balon Ilmiah di Antarktika. Program ini akan mencakup dua peluncuran dari permukaan es, tepatnya dari fasilitas NASA di dekat Stasiun McMurdo.
Rencananya, program ini akan diluncurkan pada awal Desember, tetapi NASA belum mengungkapkan tanggalnya. Program kali ini dirancang untuk mendukung dua misi ilmiah, yakni Muatan untuk Observasi Energi Ultra Tinggi (PUEO) dan Spektrometer Antipartikel Umum (GAPS).
Misi pertama, PUEO, merupakan misi balon perdana dari program Astrophysics Pioneers NASA. Program ini mendukung penelitian astrofisika berbiaya lebih rendah. Muatan PUEO dirancang khusus untuk mendeteksi sinyal dari neutrino, partikel berenergi tinggi yang melintasi alam semesta.
Neutrino akan membawa informasi penting tentang peristiwa yang terjadi pada jarak miliaran tahun cahaya. Selama misi berjalan, muatan tersebut akan mencari sinyal radio yang dihasilkan ketika neutrino dari luar angkasa menabrak es Antartika.
Baca juga:
"Misi PUEO pada dasarnya seperti menggunakan es Antarktika sebagai satu teleskop besar," ujar Shawn Domagal-Goldman, pelaksana tugas direktur Divisi Astrofisika NASA, dikutip pada Selasa, 9 Desember. Shawn percaya bahwa misi ini bia membantu ilmuwan dalam memahami cara kerja alam semesta.
Misi kedua yang didukung adalah GAPS, sebuah eksperimen yang dirancang untuk membantu mengungkap asal-usul materi gelap. Materi ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, tetapi memenuhi 80 persen dari total materi di alam semesta.
GAPS dikembangkan untuk mendeteksi partikel antimateri tertentu yang hanya dihasilkan ketika materi gelap meluruh. Kedua muatan ini akan memanfaatkan balon bertekanan nol yang diklaim cocok untuk menjalankan misi ilmiah jangka panjang.