22 Ribu Tentara Israel Dirawat karena Gangguan Mental Sejak Perang di Gaza Tahun 2023 Pecah

JAKARTA - Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Israel mengatakan pada Hari Minggu, jumlah tentara yang dirawat karena gangguan psikologis mengalami lonjakan drastis sejak konflik terbaru di Jalur Gaza, Palestina pecah tahun 2023.

Wakil Kepala Departemen Rehabilitasi, Kementerian Pertahanan Israel Tamar Shimoni mengatakan kepada Radio Militer, kementerian menangani sekitar 62.000 kasus psikologis pada malam 7 Oktober 2023, dan angka tersebut telah meningkat menjadi sekitar 85.000 kasus, peningkatan yang ia gambarkan sebagai "belum pernah terjadi sebelumnya."

Ia mengatakan, sepertiga tentara Israel menghadapi masalah psikologis terkait dengan peristiwa 7 Oktober, seperti melansir Daily Sabah dari Anadolu (8/12).

Lebih jauh Shamoni mengatakan, seorang terapis kini menangani hingga 750 pasien, dan di beberapa daerah bahkan lebih, sehingga sulit untuk menjangkau semua orang yang membutuhkan perawatan dengan cepat.

Departemen Rehabilitasi Kementerian Pertahanan menyatakan telah merawat sekitar 22.000 tentara yang terluka sejak 7 Oktober 2023, lebih dari separuhnya menderita gangguan kesehatan mental.

Menurut Kementerian Pertahanan, sekitar 58 persen dari mereka yang dirawat oleh pusat rehabilitasi sejak awal perang menderita gangguan stres pascatrauma dan gangguan kesehatan mental lainnya, dikutip dari The Times of Israel.

Di antara 22.000 tentara yang mengalami gangguan tersebut, sekitar 63 persen adalah tentara cadangan.

Pada Bulan November, surat kabar Yedioth Ahronoth memperingatkan tentang "krisis psikologis yang meluas" di Israel, dengan menyebutkan meningkatnya kecanduan narkoba dan hampir dua juta orang yang membutuhkan dukungan kesehatan mental, termasuk sejumlah besar tentara.

Selain gangguan mental, media Israel juga melaporkan peningkatan kasus bunuh diri di kalangan militer.

Surat kabar Maariv melaporkan pada Hari Sabtu, seorang tentara meninggal karena bunuh diri setelah menderita stres pascatrauma pasca pertempuran.

Surat kabar tersebut menambahkan, seorang perwira cadangan dari Brigade Givati ​​juga meninggal karena bunuh diri minggu lalu setelah mengalami tekanan psikologis.

Menurut data militer Israel yang diterbitkan pada bulan Oktober, militer mencatat 279 upaya bunuh diri selama 18 bulan, termasuk 36 kematian.

Hingga kemarin, sekitar 373 warga Gaza tewas dan 970 lainnya luka-luka sejak gencatan senjata berlaku, sementara total korban tewas Palestina sejak Oktober 2023 telah mencapai 70.360 jiwa, sementara korban luka-luka mencapai 171.047 orang, dikutip dari WAFA.