BYD Tembus Produksi 70 Ribu Unit di Thailand, Ekspansi Global Makin Kencang
JAKARTA - BYD terus menunjukkan dominasinya di pasar Asia lewat capaian kuat di Thailand. Raksasa otomotif asal China itu berhasil memproduksi 70.000 unit mobil di pabriknya yang berlokasi di Provinsi Rayong.
Mengutip Carnewschina, Kamis, 4 Desember, unit ke-70.000 yang keluar dari lini produksi adalah SUV Sealion DM-i atau dikenal di China sebagai Song Plus DM-i.
Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi tahunan 150.000 unit. Pada musim panas lalu, mobil listrik BYD buatan Thailand mulai dikirim ke Eropa untuk menghindari tarif tambahan dari Uni Eropa.
Pabrik CKD BYD di Rayong resmi beroperasi pada Juli 2024. Pada November 2024, BYD mengumumkan telah merakit 10.000 unit di Thailand. Dalam dua belas bulan berikutnya, fasilitas itu memproduksi tambahan 60.000 unit. BYD meraih tonggak 70.000 unit pada 27 November.
Pabrik Rayong merupakan fasilitas luar negeri pertama yang sepenuhnya dimiliki BYD. Luasnya mencapai 960.000 meter persegi dan saat ini merakit lima model: BYD Atto 3 (Yuan Plus), Dolphin, Seal, Seal 05 DM-i, dan Sealion 6 DM-i.
Tak hanya memenuhi pasar Thailand yang ramah EV, pabrik ini juga memasok kendaraan untuk pasar Eropa dan Asia Tenggara.
Pada Agustus 2025, fasilitas Rayong mengekspor 900 unit BYD Dolphin ke Jerman, Belgia, dan Inggris menggunakan kapal BYD Zhengzhou. Langkah ini membuat BYD terhindar dari tarif tambahan Uni Eropa, yang mengenakan bea masuk 10 persen ditambah tarif tambahan 20,7 persen.
Baca juga:
Pabrik BYD di Indonesia
Indonesia menjadi lokasi berikutnya untuk ekspansi pabrik BYD. Berada di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, fasilitas tersebut dijadwalkan beroperasi awal 2026 dengan kapasitas produksi 150.000 unit EV per tahun untuk pasar domestik dan ekspor Asia Tenggara.