Insentif Otomotif Tak Ada Tahun Depan, Jubir Kemenperin: Padahal Itu Ditunggu-tunggu Konsumen

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyayangkan pernyataan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut tak adanya insentif untuk sektor otomotif pada tahun depan.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif dalam Rilis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) November 2025 di Gedung Kemenperin, Jakarta, Kamis, 27 November.

"Pak Menteri (Agus Gumiwang) menyayangkan ada pernyataan itu," ujar Febri.

Febri menjelaskan, Kemenperin baru saja mulai merumuskan insentif untuk sektor otomotif, akan tetapi sudah mendapatkan penolakan.

"Padahal insentif itu ditunggu-tunggu oleh industri otomotif, oleh pekerja industri otomotif, oleh konsumen industri otomotif," katanya.

Menurut dia, adanya pemberian insentif akan menggerakkan semua lini produksi di sektor otomotif. 

Bahkan, kata Febri, berdampak positif juga di luar sektor manufaktur, seperti finance hingga perdagangan.

"Kalau ada insentif itu, penjualan otomotif akan naik. Penjualan otomotif naik itu, artinya utilisasi produksi otomotif itu akan naik," ucap dia.

Apabila penjualan otomotif naik, nantinya utilisasi produksi otomotif juga akan naik. Kalau utilisasi naik, nantinya akan menggerakkan rantai pasok dari hulu untuk memasok industri otomotif.

"Akan memberi bahan baku lebih banyak, akan butuh supplier lebih banyak, akan menyerap tenaga kerja baru lebih banyak," terang Febri.

Dengan demikian, menurut Febri, masyarakat juga ikut senang bisa mendapatkan kendaraan baru dengan harga lebih murah.

"Jadi, insentif untuk industri otomotif itu membuat semua komponen dalam ekosistem industri otomotif baik ke hilir maupun ke hulu itu semuanya happy. Jadi, kalau ada yang menolak, ya, jadi tidak happy," imbuhnya.

Sebelumnya, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, tak ada insentif yang akan diberikan untuk industri otomotif pada tahun depan.

"Insentif tahun depan tidak ada karena industrinya sudah cukup kuat, apalagi sudah ada pameran ini (GJAW)," katanya kepada wartawan di ICE BSD, Rabu, 26 November.

Pernyataan tersebut tampaknya mengonfirmasi usulan insentif tengah berkembang, belum mengarah dan final. Ketika ditanya soal pengajuan dari Kementerian Perindustrian, dia tak menjawab secara gamblang.

"Ya, sedang dikaji tapi belum ada (keputusan)," tambahnya.