JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, industri minuman menjadi subsektor dengan jumlah investasi terbesar di antara 23 subsektor lainnya.
Industri itu juga telah menyerap tenaga kerja sebanyak 15.943 orang.
Hal itu berdasarkan laporan yang disampaikan perusahaan industri pertama kali melakukan produksi pada Januari-September 2025 ke Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) Kemenperin.
"Kami lihat berdasarkan SIINas, nilai investasi paling tinggi itu pada industri minuman, yakni sebesar Rp207 triliun (dengan jumlah) 784 industri," ujar Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif dalam Rilis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) November 2025 di Gedung Kemenperin, Jakarta, Kamis, 27 November.
Kemudian, disusul industri komputer, barang elektronik dan optik dengan nilai investasi sebesar Rp199,50 triliun dan industri logam dasar Ro119,1 triliun.
Namun demikian, kata Febri, apabila dilihat dari jumlah penyerapan tenaga kerja, industri makanan menjadi subsektor dengan jumlah penyerapan paling banyak, yakni mencapai 44.758 orang.
"Sementara di industri makanan ada 4.066 industri yang melaporkan mereka mulai melakukan produksi dengan nilai investasi Rp56 triliun. Karena jumlah perusahaan baru yang membangun fasilitas produksi itu banyak, jumlah tenaga kerja terserap itu 44.758 orang," katanya.
Febri menambahkan, industri tekstil juga sudah ada yang mulai melaporkan produksinya, yakni sebanyak 422 perusahaan.
"Ini yang melaporkan produksi industri baru, ya, 422 perusahaan dengan tenaga kerja 12.809 (orang), nilai investasi sebesar Rp2,67 triliun," terang dia.
Di samping itu, lanjut Febri, industri pakaian jadi juga sudah ada yang melaporkan produksinya selama periode Januari-September 2025.
"Industri pakaian jadi yang baru melapor ke kami itu 309 perusahaan industri, nilai investasi sampai Rp1,198 triliun dengan penyerapan tenaga kerja 19.810 (orang)," jelas Febri.
BACA JUGA:
Menurut Febri, industri-industri tersebut akan jadi mesin baru untuk pertumbuhan industri manufaktur ke depan.
"Industri-industri ini ke depan yang kami harapkan menciptakan nilai tambah, meningkatkan PDB sektor industri pengolahan nonmigas dan juga paling penting adalah menyerap tenaga kerja," pungkasnya.