Laporan Opensignal: Telkomsel Kuasai Pasar Fixed Broadband di Indonesia
JAKARTA – Telkomsel berhasil memperkuat posisinya di pasar fixed broadband Indonesia. Perusahaan telekomunikasi tersebut memimpin pasar fixed broadband berdasarkan hasil analisis Opensignal.
Dalam laporan terbaru, Opensignal membandingkan pengalaman dari delapan Penyedia Layanan Internet (ISP) utama di Indonesia, termasuk Biznet Home, CBN, Icon Plus, IndiHome, Indosat HiFi, MyRepublic, Oxygen.id, dan XL Home.
Analisis ini dilakukan selama 90 hari, dimulai sejak 1 Agustus 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa Telkomsel memimpin pangsa pasar fixed broadband dengan persentase mencapai 67 persen.
Dominasi ini didorong oleh sejumlah layanan yang ditawarkan, seperti xDSL dan fiber di bawah merek IndiHome. Telkomsel juga menawarkan layanan lain, yakni Fixed Wireless Access (FWA) di bawah merek Orbit.
Pangsa pasar yang dominan ini menjadikan Telkomsel sebagai operator dengan cakupan wilayah dan populasi terbesar untuk layanan fixed broadband di seluruh Indonesia. Keberadaan layanan IndiHome dan Orbit memastikan jangkauan yang luas, baik di perkotaan maupun pedesaan.
Baca juga:
Pesaing terdekat Telkomsel adalah Indonesia Comnets Plus (ICON+) yang menguasai hampir 9 persen pasar. Kemudian, diikuti oleh MyRepublic dengan pangsa pasar sekitar 6,5 persen dan XLSMART dengan lebih dari 6 persen pelanggan fixed broadband.
Opensignal menekankan bahwa pengukuran mereka menangkap pengalaman dunia nyata pengguna, terlepas dari paket kecepatan atau batas data yang dibeli pengguna. Pada dasarnya, analisis ini didasari oleh berbagai paket yang ditawarkan kepada pengguna.
"Laporan ini menganalisis situasi aktual di semua paket pengguna. Pengalaman broadband tetap pengguna juga dipengaruhi oleh router yang mereka gunakan,” tulis Opensignal dalam laporannya, dikutip pada Rabu, 26 November.