Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata, Israel Hanya Izinkan Sepertiga Truk Bantuan Masuk Gaza

JAKARTA - Otoritas Israel membatasi akses bantuan kemanusiaan harian ke Jalur Gaza menjadi sekitar 200 truk bantuan – hanya sepertiga dari 600 truk yang dijanjikan dalam kesepakatan gencatan senjata – sementara para pejabat Gaza memperingatkan lebih dari 90 persen dari 2,4 juta penduduknya kini menghadapi kerawanan pangan yang kritis.

Kepala Kantor Media Pemerintah Gaza Ismail Al-Thawabteh mengatakan kepada Anadolu Agency, Israel hanya mengizinkan "kurang dari sepertiga" pasokan bantuan yang dibutuhkan untuk 2,4 juta penduduk Gaza.

"Israel mengelola kelaparan di Gaza secara sengaja, perlahan, dan kumulatif," katanya, memperingatkan tingkat malnutrisi di antara penduduk Gaza telah melampaui 90 persen, seperti dilansir dari Anadolu 25 November.

Berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang dicapai antara Hamas dan Israel pada 10 Oktober, 600 truk bantuan seharusnya masuk ke Gaza setiap hari.

Namun, Israel belum mematuhi perjanjian tersebut, melancarkan serangan hampir setiap hari yang telah menewaskan setidaknya 342 warga Palestina sejak 10 Oktober.

Lebih jauh Thawabteh mengatakan Israel terus melarang masuknya mesin dan peralatan berat "yang dibutuhkan oleh tim pertahanan sipil untuk mengevakuasi jenazah para martir dari bawah reruntuhan, sebuah pelanggaran berat terhadap semua hukum humaniter."

Ia menggambarkan praktik Israel tersebut sebagai "kejahatan gabungan yang terdiri dari kelaparan yang disengaja terhadap warga sipil dan menghalangi bantuan."

Terkait itu, ia mendesak para mediator dan penjamin gencatan senjata "untuk memberikan tekanan serius dan efektif guna memaksa pendudukan Israel mematuhi apa yang telah ditandatangani dan segera menghentikan pelanggaran berat ini."

Diketahui, sejak Oktober 2023, tentara Israel telah menewaskan hampir 70.000 orang di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 170.900 orang dalam serangan brutal yang menghancurkan sebagian besar wilayah kantong tersebut menjadi puing-puing.