Bunuh Tabatabai, Israel Tuduh Hizbullah Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata

JAKARTA - Israel menyebut serangan udara ke Beirut, Lebanon yang menewaskan Kepala Staf Hizbullah Haytham Ali Tabatabai merupakan respons atas pelanggaran kelompok militan tersebut terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan, serangan itu, respons atas "pelanggaran berulang Hizbullah terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 dan kesepakatan gencatan senjata 2024, serta ancaman yang ditimbulkannya terhadap Israel dan stabilitas regional.

Dikutip dari The Times of Israel 24 November, kementerian mengatakan dalam sebuah pernyataan, Israel "tidak akan membiarkan Hizbullah membangun kembali kemampuan militernya dan sekali lagi mengancam keamanan Israel dan warganya. Tindakan agresif organisasi tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap kewajiban dan perjanjian internasional."

Pemerintah Lebanon telah gagal menangani pelanggaran Hizbullah, kata Israel, sementara Hizbullah berupaya untuk "memulihkan dan memperluas" kemampuan militernya.

"Israel berkomitmen untuk sepenuhnya melaksanakan kesepakatan gencatan senjata dan telah melaporkan ratusan pelanggaran melalui mekanisme internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri.

"IDF (Israel Defense Forces) akan terus bertindak untuk membela Negara Israel, warga negaranya, dan stabilitas regional, dengan tekad, tanggung jawab, dan ketepatan," tambah kementerian.

Diberitakan sebelumnya, Israel melancarkan seranan ke Beirut, menyasar wilayah yang disebut sebagai basis kelompok Hizbullah.

Kepala Staf de Facto Hizbullah Haytham Ali Tabatabai diklaim Israel tewas dalam serangan tersebut. Setelahnya, Hizbullah mengonfirmasi tewasnya Tabatabai.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, Tabatabai memimpin upaya kelompok teror tersebut untuk mempersenjatai kembali diri.

"Israel tidak akan membiarkan Hizbullah membangun kembali kekuatannya," tegas PM Netanyahu dalam pernyataan video beberapa jam setelah Angkatan Udara Israel menewaskan Tabatabai dalam sebuah serangan udara.

Ia menyebut pejabat senior Hizbullah tersebut sebagai "pembunuh massal" dengan darah banyak orang Israel dan Amerika di tangannya.

PM Netanyahu mengatakan, Ia "mengharapkan Pemerintah Lebanon memenuhi komitmennya untuk melucuti senjata Hizbullah."

"Hanya dengan cara ini setiap warga negara Lebanon akan memiliki masa depan yang lebih baik, dan hanya dengan cara ini hubungan bertetangga yang damai dan aman antara Israel dan Lebanon dapat terjalin," klaimnya.