Bandara Narita Membuka Toko Suvenir Tanpa Awak
JAKARTA - Sebuah robot mirip kucing telah mulai menjual suvenir tanpa pengawasan di Bandara Narita, dekat Tokyo, Jepang dalam sebuah eksperimen demonstrasi yang bertujuan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi operasional.
Eksperimen ini, yang pertama di Jepang, dimulai bulan lalu dan merupakan proyek bersama antara bandara dan Nomura Research Institute, menurut perusahaan riset tersebut.
Di "Pickru Store", pelanggan memilih barang melalui panel sentuh dan membayarnya. Kemudian, robot merespons dengan mengambil satu barang dari tumpukan suvenir menggunakan ekornya yang dilengkapi alat penghisap, dan mengantarkannya ke titik pengambilan.
Toko ini menjual total 12 suvenir camilan populer, termasuk "Hiyoko Sweets". Eksperimen ini akan berlanjut hingga 15 Desember di area gerbang keberangkatan domestik Terminal 3.
Menurut lembaga tersebut, layanan ini menghilangkan kekhawatiran tentang pencurian karena pelanggan tidak memiliki akses langsung ke barang dagangan tersebut.
Selain itu, biaya investasi awal akan lebih rendah dibandingkan toko swalayan tanpa penjaga, karena pemasangan kamera keamanan tidak diperlukan.
"Kami berharap sistem ini dapat mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja seiring dengan menurunnya populasi usia kerja," ujar pengembang sistem ini Kenichiro Hiroto, melansir Kyodo News 21 November.
Dengan menerapkan sistem ritel tanpa awak, Bandara Narita berharap dapat menyediakan solusi yang tidak hanya mengurangi kebutuhan akan staf tambahan tetapi juga menawarkan pengalaman berbelanja yang lancar dan efisien bagi para wisatawan.
Baca juga:
- Menlu Sugiono Tegaskan Kemitraan Strategis ASEAN-Uni Eropa Harus Menghasilkan Kerja Sama Konkret
- Menlu RI Tekankan Pentingnya Pemulihan Kebutuhan dan Martabat Rakyat Palestina di PDG 2025
- Rusia Gagalkan Peledakan Rel Kereta di Krasnodar, Tuduh Badan Intelijen Ukraina
- Kelompok Bersenjata Culik 52 Siswa, Guru dan Staf Sekolah Katolik di Nigeria
Penggunaan robot di ruang publik merupakan bagian dari tren yang lebih luas di Jepang, di mana teknologi semakin banyak digunakan untuk melengkapi tenaga kerja dan meningkatkan pengalaman pelanggan.
Menurut pernyataan resmi Bandara Narita, inisiatif ini sejalan dengan Strategi Nasional Jepang untuk Kecerdasan Buatan (AI), yang mendorong integrasi AI dan robotika dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung populasi lansia dan meningkatkan efisiensi bisnis, dikutip dari Travel and Tour World.
Toko Pickru juga sejalan dengan meningkatnya minat Jepang terhadap teknologi berkelanjutan. Konsumsi energi nominal yang dibutuhkan oleh robot dan penggunaan ruang yang efisien di toko kecil tanpa awak ini mencerminkan komitmen untuk mengurangi biaya operasional dan meningkatkan dampak lingkungan.