Devoteam Umumkan Ekspansi ke Asia Tenggara, Soroti Agentic AI sebagai Motor Pertumbuhan Bisnis
JAKARTA — Devoteam Indonesia resmi mengumumkan rencana ekspansi bisnis ke Asia Tenggara mulai 2026.
Perusahaan konsultan teknologi asal Eropa itu menargetkan masuk ke empat negara yakni, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam seiring meningkatnya permintaan transformasi digital dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) di kawasan.
Pengumuman disampaikan dalam Devoteam CIO Summit 2025: The 4th Edition di Labuan Bajo, yang dihadiri sekitar 40 pimpinan teknologi dari sektor jasa keuangan, media, hiburan, hingga telekomunikasi.
Tahun ini, acara menempatkan Agentic AI, produktivitas kolaboratif, dan keamanan siber sebagai tiga fokus utama pembahasan.
Chief Operating Officer (COO) Devoteam Indonesia Bagus Saptopo mengatakan, ekspansi regional merupakan langkah strategis perusahaan untuk menangkap peluang pertumbuhan di ekosistem digital ASEAN.
“Ini adalah langkah strategis untuk membawa keahlian digital kami ke pasar yang lebih luas dan membuka fase pertumbuhan baru Devoteam di tingkat regional,” ujar Bagus melalui keterangan tertulis yang diterima VOI, Kamis, 20 November.
Dalam pertemuan tersebut, Devoteam menyoroti Agentic AI sebagai teknologi yang diperkirakan menjadi pendorong utama efisiensi operasional perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
Teknologi ini dinilai mampu mempercepat otomatisasi proses, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta menciptakan nilai bisnis yang lebih terukur.
Peluncuran Gemini for Enterprise dari Google Cloud menjadi pembuka sesi utama.
CTO Devoteam Indonesia Fauzal Atmodirono memimpin diskusi mengenai penerapan Agentic AI yang dinilai kini mulai memasuki fase implementasi nyata, bukan lagi sekadar wacana teknologi.
Aspek keamanan juga mendapat perhatian lewat sesi “Defending the Future” yang menekankan pentingnya membangun fondasi keamanan modern di tengah perluasan penggunaan AI.
Sementara itu, panel produktivitas membahas bagaimana perusahaan mulai mengadopsi alat kolaborasi berbasis AI untuk meningkatkan efisiensi kerja.
Ekspansi ke empat negara ASEAN menjadi strategi Devoteam untuk memperkuat posisinya di pasar cloud dan AI yang tengah bertumbuh pesat.
Perusahaan melihat kawasan Asia Pasifik sebagai wilayah dengan potensi adopsi teknologi yang tinggi, terutama dari sektor jasa keuangan dan telekomunikasi.
Hubungan Devoteam dengan Google Cloud turut ditegaskan melalui pertukaran cinderamata di akhir acara, mencerminkan kolaborasi yang semakin erat dalam pengembangan solusi digital untuk korporasi.
Baca juga:
Penyelenggaraan CIO Summit tahun ini yang untuk pertama kalinya berlangsung di Labuan Bajo, setelah sebelumnya selalu di Bali menjadi momentum Devoteam untuk memperluas jangkauan dan memperkuat engagement dengan pelaku industri.
Dengan kehadiran sejumlah perusahaan besar dan mitra strategis, Devoteam menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain yang siap mendorong akselerasi transformasi digital di Indonesia melalui pemanfaatan AI, cloud, dan keamanan siber.