JAKARTA - Deloitte mengumumkan ekspansi global kapabilitas Generative AI (GenAI) dan AI agen (agentic AI) dalam platform cloud mereka, Omnia, untuk mentransformasi proses audit dan assurance secara global.
Inovasi ini dirancang untuk menjawab tantangan lanskap eksternal dan transformasi bisnis yang semakin kompleks, sehingga membutuhkan alat audit yang lebih canggih dari sebelumnya.
Managing Partner Regional Audit & Assurance Deloitte Asia Tenggara, Lee Boon Teck menegaskan, langkah ini merupakan komitmen Deloitte dalam memperluas cakupan dan kedalaman kapabilitas mereka dalam menghadapi dinamika kebutuhan yang terus berkembang.
“AI merupakan katalisator kuat dalam mendorong inovasi di profesi audit,” kata Lee Boon dalam pernyataannya yang diterima pada Selasa, 29 Juli.
Melalui pembaruan di Omnia, Deloitte menghadirkan sejumlah fitur GenAI yang memberdayakan auditor untuk:
- Meninjau dokumentasi audit secara otomatis dan memberikan saran perbaikan
- Menavigasi laporan keuangan dengan efisien
- Mengekstrak dan merangkum data dari berbagai dokumen
- Menyusun draf komunikasi dan memo audit
- Melakukan riset akuntansi secara cepat dan akurat
- Serta mengelola risiko dengan lebih proaktif melalui evaluasi sumber eksternal.
BACA JUGA:
Selain itu, Deloitte juga mengintegrasikan teknologi agentic AI ke dalam ekosistem Omnia, yang berfungsi sebagai spesialis digital yang dapat menjalankan tugas spesifik, mengingat informasi penting, dan bekerja sama dengan agen lain sebagai bagian dari sistem yang saling terhubung.
“Omnia merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk memberdayakan talenta audit dengan solusi yang melengkapi keahlian mereka dan mendukung mereka untuk terus unggul dalam lingkungan yang dinamis,” ujar Juntira Juntrachaichoat, Audit & Assurance Transformation Leader, Deloitte Southeast Asia.