Ahli Gerontologi Beberkan Rahasia Menua Secara Sehat, Kunci Utamanya Penerimaan Diri

JAKARTA - Menjadi tua adalah proses alamiah yang tidak dapat dihindari, namun setiap orang dapat memilih bagaimana mereka menjalani proses tersebut.

Susie DiGiovanna, M.S., seorang pakar gerontologi dengan pengalaman lebih dari 22 tahun dalam layanan sosial telah menghabiskan hidupnya mendampingi para lansia dan keluarga mereka dalam menghadapi berbagai perubahan yang datang seiring bertambahnya usia.

Dari pengalaman tersebut, ia menyimpulkan  penuaan secara sehat bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, tetapi hasil dari pilihan hidup dengan sadar dan berdampak.

Dilansir dari laman Eating Well, DiGiovanna merangkum rahasia hidup panjang dan bahagia ke dalam tiga prinsip utama yang disebut sebagai “Tiga A dalam Penuaan Sehat”, yakni Mengaktifkan Diri, Menjalani Kedewasaan (Adulting), dan Menerima Kenyataan Baru.

1. Mengaktifkan Diri

Penuaan yang sehat tidak hanya tentang menjaga tubuh tetap kuat, tetapi juga menjaga pikiran dan hubungan sosial tetap hidup. Menurut DiGiovanna, lansia yang aktif baik secara fisik maupun sosial memiliki kualitas hidup lebih baik dan bahagia.

“Bersosialisasi dan tetap bergerak tidak terjadi dengan sendirinya. Perlu usaha,” ujarnya.

Untuk menjaga kesehatan saat menua, penting bagi seseorang untuk terus mengaktifkan dirinya. Hal ini dapat dilakukan dengan berolahraga secara rutin sesuai kemampuan tubuh, tetap berinteraksi dengan orang lain melalui komunitas atau kelompok kegiatan, serta menjaga rasa ingin tahu dengan terus belajar hal-hal baru.

Ketiga hal tersebut membantu menjaga tubuh tetap bugar, pikiran tetap tajam, dan hati tetap bahagia.

Penelitian pun mendukung ini. Studi menunjukkan lansia yang memiliki kehidupan sosial aktif memiliki risiko kematian lebih rendah dibandingkan mereka yang sering menyendiri.

2. Menjalani Kedewasaan (Adulting)

Meskipun kedengarannya sederhana, banyak orang menunda urusan penting terkait masa depan. DiGiovanna mengungkapkan masih banyak lansia yang belum menyiapkan dokumen penting seperti wasiat atau surat warisan, arahan medis, pilihan pemakaman atau kremasi dan kuasa hukum untuk keuangan jika diperlukan.

Hal ini bukan hanya membantu diri sendiri, tetapi juga meringankan beban keluarga di kemudian hari. Setelah menyelesaikan semua persiapan ini, DiGiovanna mengatakan ada perasaan damai yang muncul ketika segala sesuatu sudah tertata dan tidak akan merepotkan orang dicintai.

3. Menerima Kenyataan Baru

Inilah bagian yang sering paling berat yaitu menerima bahwa tubuh dan kemampuan manusia akan berubah seiring usia. Menurut DiGiovanna, banyak lansia yang justru merugikan diri sendiri karena terlalu memaksakan untuk tetap terlihat muda.

“Menerima bukan berarti menyerah. Menerima berarti beradaptasi.” ujarnya.

Menyesuaikan diri bisa berupa:

- Memilih olahraga yang lebih aman dan sesuai kondisi

- Mengambil waktu lebih banyak untuk beristirahat

- Menemukan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana

- Menjaga pikiran tetap terbuka terhadap perubahan

Penelitian menunjukkan lansia yang memiliki kemampuan untuk menerima dan beradaptasi terhadap perubahan hidup memiliki risiko kematian yang lebih rendah serta hidup bahagia.