Polisi Bakal Periksa Kakak Kandung Terapis Delta Spa yang Tewas di Jaksel

JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan, pihaknya akan periksa FR, kakak kandung almarhumah RTA, seorang terapis wanita yang ditemukan tewas di lahan kosong di Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis 2 Oktober, untuk dilakukan Restorative Justice (RJ).

“Ya, kita sudah berupaya (mendatangi FR) untuk melakukan pemeriksaan. Jadi tunggu saja, kita pasti akan berupaya secara maksimal. Kita akan bekerja secara profesional dan proporsional,” katanya saat dikonfirmasi media, Kamis 6 November 2025.

Ia menyampaikan bahwa secara hukum pihaknya akan berpegang pada aturan dan SOP yang berlaku di kepolisian. Menurutnya, penilaian akan dilakukan setelah upaya maksimal dilakukan oleh penyidik dan penyelidik untuk menentukan apakah kasus tersebut layak atau tidak untuk dilakukan restorative justice (RJ).

“Kita akan menilai nanti kalau sudah upaya maksimal dilakukan oleh penyidik dan penyelidik, kemudian kita akan melakukan tahapan-tahapan selanjutnya, apakah layak atau tidak layak dilakukan RJ,” ujarnya.

Nicolas mengaku sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap FR, namun yang bersangkutan tidak dapat hadir karena sakit.

“Sudah satu kali sebenarnya, yang bersangkutan memang mengonfirmasi kepada kita bahwa dirinya masih sakit. Jadi, kami menunggu sampai yang bersangkutan sembuh,” ucapnya.

Nicolas menjelaskan, kakak dari almarhumah RTA telah mencabut laporannya pada 13 Oktober 2025. Hal tersebut berdasarkan kesepakatan damai antara pihak keluarga dengan Delta Spa, tempat RTA bekerja.

“Pada tanggal 13 Oktober, pelapor sudah mengirimkan surat pencabutan laporan karena sudah terjadi kesepakatan damai antara pihak terlapor yang menggunakan jasa adiknya dengan pihak korban, dalam hal ini orang tua dan juga kakaknya,” terangnya.

Lebih lanjut, Nicolas mengungkapkan hingga saat ini hasil otopsi, toksikologi, serta digital forensik RTA belum keluar dari laboratorium forensik Rumah Sakit Polri. Dengan demikian, pihaknya masih menunggu kepastian penyebab kematian terapis muda tersebut.