Menhan Katz Sebut IDF akan Menghabisi Anggota Hamas yang Berada di Wilayah yang Dikuasai Israel
JAKARTA - Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan Israel Defense Forces (IDF) akan menghancurkan terowongan Hamas dan membunuh personelnya yang berada di dalam wilayah Gaza yang dikuasai Israel "tanpa batasan apa pun," di tengah laporan Israel sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan orang-orang bersenjata yang terjebak di Rafah untuk kembali ke wilayah yang dikuasai Hamas di Jalur Gaza.
"Kebijakan Israel di Gaza jelas: IDF beroperasi untuk menghancurkan terowongan dan melenyapkan teroris Hamas tanpa batasan apa pun di dalam wilayah garis kuning yang berada di bawah kendali kami," kata Menhan Katz dalam sebuah pernyataan, melansir The Times of Israel 5 November.
"Tujuannya, selain mengembalikan semua sandera yang gugur, adalah untuk melucuti senjata Hamas dan mendemiliterisasi Gaza," tambahnya.
Menurut perkiraan Israel, sekitar 200 personel Hamas bersenjata berada di wilayah Gaza selatan yang dikuasai IDF, terutama di Rafah, dan tidak dapat mundur ke wilayah yang dikuasai Hamas tanpa keluar dari terowongan mereka dan terlihat oleh pasukan Israel.
Amerika Serikat dilaporkan menekan Israel untuk mengizinkan perjalanan aman bagi para militan, sebagai bagian dari upaya untuk maju ke tahap selanjutnya dari kerangka gencatan senjata yang sedang berkembang berdasarkan rencana Trump.
Namun, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengatakan Israel tidak akan mengizinkan mereka melakukan perjalanan aman.
Baca juga:
- Indonesia Belum Memutuskan Soal Pemantau Pemilu Myanmar, Menlu Sugiono: Kita Ingin Proses yang Inklusif
- Israel Berulang Kali Melakukan Pelanggaran, Menlu Sugiono: Kita Ingin Ceasefire yang Sebenarnya
- Indonesia Sudah Terima Draft Rancangan Resolusi Pasukan Internasional di Gaza, Menlu Sugiono Tegaskan Mandat yang Jelas
- Mantan Wapres AS Dick Cheney Wafat: Lewati Perang Teluk hingga Serangan Teroris dengan Mengidap Penyakit Jantung
Sementara, Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir dilaporkan merekomendasikan kepada para pejabat politik agar Israel mensyaratkan perjalanan aman para operator dari Rafah dengan pengembalian jenazah Letnan Hadar Goldin, yang gugur dalam pertempuran melawan Hamas di Gaza pada tahun 2014 dan jenazahnya masih ditahan sejak saat itu.