Bitcoin Anjlok, Analis Ungkap Syarat Pemulihan agar Kembali Bullish

JAKARTA - Bitcoin saat ini masih bertengger di sekitar level 102.000 dolar AS atau sekitar Rp1,7 miliar. Berdasarkan data CoinMarketcap, selama 24 jam terakhir Bitcoin turun sekitar 2,74 persen.

Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, mengungkapkan bahwa pasar mengalami guncangan ekstrem akibat penurunan harga yang begitu cepat. "Total likuidasi mencapai lebih dari 1,28 miliar dolar AS, dan sebagian besar (sekitar 1,16 miliar dolar AS) berasal dari posisi long (beli)," ujar Panji.

Crash cepat ini terjadi ketika Bitcoin anjlok dari 108.000 dolar AS (Rp1,8 miliar) menjadi 104.000 doar AS (Rp1,73 miliar) pada Selasa, 4 NOvember, sementara Ethereum (ETH) turut terkoreksi dari 3.700 dolar AS (Rp61,8 juta) ke 3.500 dolar AS (Rp58,5 juta) hanya dalam waktu satu jam.

Meski begitu, Panji menilai peluang pemulihan masih terbuka. “Bitcoin masih berada di dalam saluran kenaikan jangka panjang dan di atas kisaran rata-rata tahun lalu. Namun, pasar tetap sangat rentan,” katanya.

"Meskipun terjadi crash cepat, harapan bagi bulls belum sepenuhnya hilang. Bitcoin saat ini masih berada di dalam saluran kenaikan jangka panjang dan di atas kisaran rata-rata tahun lalu. Namun, pasar tetap sangat rentan (vulnerable)," jelas Panji.

Untuk membatalkan pandangan bearish, menurut Panji, BTC perlu merebut kembali level 111.000 dolar AS (Rp1,85 miliar). Adapun zona 107.000 dolar AS(Rp1,78 miliar) hingga 100.000 dolar AS (Rp1,67 miliar) akan menjadi area teknikal krusial yang harus diperhatikan.

Karena jika harga menembus di bawah kisaran tersebut, Panji menambahkan, potensi penurunan lanjutan bisa semakin besar di masa depan.