Tokoh Legalisasi Kasino Jadi Ketum Partai Terbesar Thailand, Dibayangi Dinasti Politik Thaksin
JAKARTA - Salah satu partai politik (parpol) terbesar di Thailand, Pheu Thai, menjalani kongres guna menentukan pemimpin baru hari ini, Jumat 31 Oktober.
Pemilihan ini digelar menyusul kosongnya kursi ketua umum (ketum) buntut mundurnya Paetongtarn Shinawatra (39), putri dari pendiri parpol Pheu Thai sekaligus eks Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra.
Paetongtarn yang juga meneruskan jabatan ayahnya menjadi PM Thailand terbelit kasus pelanggaran etik, akhirnya memutuskan mundur dari kursi PM dan Ketum parpol Pheu Thai pada Agustus 2025.
Baca juga:
- PBB Desak Trump Hentikan Serangan AS ke Kapal Sipil di Karibia-Pasifik Tewaskan 62 Orang
- Jor-joran Perang Lawan Rusia, Media Inggris Prediksi Ukraina Kehabisan Uang Februari 2026
- Trump: Saya Menang Perang Lawan Hoaks Perubahan Iklim Bill Gates!
- Jakarta Krisis Pemakaman, DPRD DKI Pastikan Setujui Anggaran Penambahan Lahan TPU Tahun Depan
Berdasarkan Facebook resmi partai yang dikutip AFP, Julapun Amornvivat, kader Pheu Thai terpilih menjadi ketum baru parpol Pheu Thai dalam kongres hari ini.
Julapun, 50 tahun, adalah putra politisi veteran Sompong Amornvivat, yang menjabat sebagai wakil perdana menteri dan memimpin Pheu Thai pada tahun 2019.
Ia termasuk di antara mereka yang mempromosikan kebijakan kampanye unggulan partai menjelang pemilu 2023, termasuk usulan pemberian stimulus sebesar 10.000 baht atau sekitar 300 dolar AS dan legalisasi kasino.
Para analis mengatakan mundurnya Paetongtarn dari jabatan Ketum Pheu Thai untuk melindungi partai dari potensi gugatan hukum dan dapat menandai berakhirnya dominasi keluarga Shinawatra selama puluhan tahun dalam politik Thailand.
Namun, para pengamat mengatakan siapa pun pengganti Paetongtarn memimpin Pheu Thai akan tetap berada di bawah pengaruh dinasti politik Thaksin.