Laba Bank Mandiri Turun ke Rp37,7 Triliun di Kuartal III-2025

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melaporkan, hingga September 2025 berhasil membukukan laba sebesar Rp37,7 triliun. Capaian tersebut turun 10,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya di Rp42 triliun.

Sementara itu dari sisi pendapatan, pendapatan bunga bersih perseroan tercatat tumbuh 4,9 persen yoy mencapai Rp78,3 triliun dengan pendapatan non bunga tumbuh 7,97 persen yoy atau mencapai 33,2 triliun.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, secara keseluruhan, total pendapatan Bank Mandiri tumbuh sebesar 4,79 persen yoy hingga mencapai Rp112 triliun.

"Hingga triwulan III 2025 Bank Mandiri mencatatkan PPOP sebesar Rp61,9 triliun dengan maba bersih sebesar 7,7 triliun," ujarnya dalam Paparan Kinerja Kuartal III 2025 di Jakarta pada Senin, 27 Oktober.

Sementara itu hingga akhir September 2025, total aset konsolidasi Bank Mandiri turut meningkat dan mencapai Rp 2.563 triliun, naik 10,3 persen secara yoy.

Adapun penyaluran kredit konsolidasi tercatat mencapai Rp1.764,32 triliun atau tumbuh 11 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang tercatat sebesar 7,70 persen yoy menurut data Bank Indonesia.

"Kinerja ini mencerminkan keunggulan intermediasi Bank Mandiri dalam memperluas pembiayaan yang berorientasi pada produktivitas dan penciptaan nilai tambah ekonomi," sambung dia.

Bank berkode emiten BMRI ini menilai, pertumbuhan tersebut ditopang oleh seluruh segmen bisnis yang ditunjang oleh ekosistem bisnis di wilayah.

“Kami melihat sektor padat karya, industri berorientasi ekspor, serta industri makanan dan minuman masih menjadi motor pertumbuhan yang signifikan. Kredit yang disalurkan di sektor-sektor ini terbukti memberikan multiplier effect terhadap lapangan kerja dan daya beli masyarakat,” sambung dia.

Ia juga memeastikan Bank Mandiri akan terus menjadi mitra bagi pelaku usaha untuk memperluas kapasitas dan daya saing melalui pembiayaan yang berkelanjutan.

Pertumbuhan kredit yang solid juga diikuti dengan manajemen risiko yang terjaga. Pada akhir September 2025, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross bank only tercatat 1,03 persen, dengan rasio pencadangan atau coverage ratio tetap terjaga baik pada level 271 persen.

“Pertumbuhan yang berkelanjutan menjadi prioritas utama kami. Bank Mandiri memastikan setiap langkah ekspansi dijalankan secara terukur dan selaras dengan prinsip kehati-hatian serta tata kelola yang baik untuk menjaga kualitas aset dan kinerja perseroan,” tandas Novita.