GM Akhiri Perjalanan VAN BrightDrop Akibat Penjualan yang Lambat
JAKARTA - General Motors mengakhiri perjalanan Van BrightDrop yang diproduksi di CAMI Assembly di Ingersoll, Ontario, dikarenakan penjualan yang lambat dari perkiraan.
Mengutip dari laman Carscoops, Kamis, 23 Oktober, pabrikan mobil itu mulai memproduksi van tersebut pada akhir tahun 2022, tetapi peluncurannya berantakan karena BrightDrop merek sendiri dan memiliki jaringan dealer yang kecil.
Akhirnya Van BrightDrop digabungkan ke Chevrolet tahun lalu, yang berjanji untuk memperluas penjualan secara signifikan hingga melampaui tujuh lokasi di Amerika Serikat. Sayangnya rencana tersebut tidak berjalan lancar dan kendaraan yang tidak terjual mulai menumpuk.
Bahkan, GM baru-baru ini hanya menjual 59 van dengan menyumbangkannya ke Palang Merah Amerika, tetapi itu hanya setetes air di lautan dan perusahaan menghentikan produksinya awal tahun ini.
Produksi awalnya direncanakan akan dilanjutkan pada bulan Mei, sebelum dihentikan lagi untuk memberikan waktu bagi pabrikan untuk menghadirkan model 2026. Meskipun produksi sempat dilanjutkan pada bulan Mei, BrightDrop kini telah berhenti dan tidak akan ada model tahun 2026.
GM menyalahkan tindakan tersebut pada berbagai faktor termasuk penjualan yang lambat, perubahan lingkungan regulasi, dan penghapusan keringanan pajak di Amerika Serikat. Mereka menambahkan bahwa pemangkasan ini merupakan bagian dari “penyesuaian lebih luas” yang dilakukan terhadap kapasitas kendaraan listrik di Amerika Utara.
Baca juga:
Picu Kemarahan Karyawan
Karyawan yang bekerja di pabrik tersebut marah besar dan mengeklaim keputusan tersebut merupakan akibat dari kebijakan otomotif yang berbahaya dan mengganggu stabilitas, meski dalam kasus ini GM sudah memberikan kompensasi gaji enam bulan serta tunjangan lainnya.
Menyikapi hal di atas, Presiden GM Kanada Kristian Aquilina, mengatakan bahwa keputusan uang diambil didorong oleh permintaan pasar dan sama sekali tidak mencerminkan komitmen dan keterampilan tenaga kerja di CAMI.
“Ini masih menjadi masa yang penuh ketidakpastian bagi tenaga kerja kami di CAMI, dan kami berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan karyawan kami, Unifor, serta pemerintah Kanada dan Ontario dalam mengevaluasi langkah selanjutnya untuk masa depan CAMI,” ungkapnya.