Curhat dengan Sahabat Bikin Umur Panjang Bagi Perempuan? Studi Ungkap Faktanya

JAKARTA - Bagi Anda perempuan, apakah pernah merasa lebih lega dan senang setelah curhat dengan sahabat terdekat? Alasan fenomena tersebut bisa terjadi ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah.

Ternyata karakteristik ingin selalu bertemu dengan sahabat atau ikatan sosial pada perempuan sudah ada sejak zaman leluhur. Sebuah riset dari University of California Santa Barbara (UCSB), mengungkapkan bahwa perempuan memiliki dasar biologis dan perilaku ‘tend and befriend’, yakni merawat dan menjalin hubungan.

Jika laki-laki pada umumnya merespons stres dengan melawan atau melarikan diri (fight or flight), maka perempuan cendeurng merespons dengan cara merawat dan mencari dukungan sosial.

Saat perempuan curhat dan berkumpul bersama sahabat terdekatnya, maka hormon oksitosin meningkat sehingga kadar kortisol atau hormon stres berkurang di tubuh.

“Dalam proses ini, hormon oksitosin berperan penting dengan memicu perilaku afiliasi dan perlindungan, serta mengurangi kadar kortisol (hormon stres) dalam tubuh,” isi studi tersebut, dikutip dari Philosophical Transactions, pada Senin, 20 Oktober 2025.

Oleh karena itu, perempuan cenderung menempatkan nilai tinggi pada pemeliharaan hubungan sosial. Sejak masa anak-anak, perempuan juga menunjukkan tujuan yang lebih berorientasi pada hubungan (relationship-oriented goals) dan lebih peka terhadap penolakan sosial.

Dengan menjaga jaringan dukungan yang kuat, maka perempuan lebih siap menghadapi stres melalui afiliasi sosial dan aktivisi sistem oksitosin. Ini pada akhirnya memperkuat kesehatan dan kesejahteraan secara menyeluruh, yang membantu berumur panjang.

Selain itu, memiliki ikatan sosial yang suportif pada perempuan juga dikaitkan dengan peningkatan fungsi kardiovaskular, sistem kekebalan tubuh, endokrin, serta risiko kematian yang lebih rendah.