Sulbar Rumuskan Konsep Pengembangan Wisata Halal untuk Dorong Kunjungan Wisatawan
MAMUJU - Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tengah merumuskan konsep pengembangan pariwisata halal sebagai upaya menambah keragaman pilihan wisata dan menarik lebih banyak wisatawan dengan latar belakang yang beragam.
“Pengembangan pariwisata melalui promosi wisata halal menjadi alternatif untuk mendorong peningkatan kunjungan ke daerah ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Sulbar, Bau Akram Dai, di Mamuju, Antara, Minggu, 19 Oktober.
Menurut Bau Akram, konsep tersebut telah dibahas dalam rapat asistensi pembahasan pertumbuhan ekonomi, inflasi, ekonomi syariah, serta rencana aksi daerah pangan gizi berbasis potensi sumber daya lokal (BPSDL) tahun 2026–2030 yang dilaksanakan Bapperida Sulbar.
Ia mengatakan, hasil pertemuan tersebut akan menjadi fokus utama Dinas Pariwisata Sulbar dalam menyusun program pengembangan pariwisata di masa mendatang.
“Rumusan hasil pertemuan tentu penting bagi pembangunan pariwisata Sulbar. Kami juga konsen pada monitoring dan evaluasi agar bisa memperkuat sinergi dan keterpaduan pelaksanaan program untuk mencapai target pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya.
Langkah ini juga sejalan dengan Panca Daya Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar yang menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan di berbagai sektor.
Bau Akram menambahkan, program wisata halal nantinya akan melibatkan banyak pihak, termasuk pelaku usaha dan masyarakat lokal.
“Fokus kita tentu bagaimana pariwisata Sulbar bisa berkembang, termasuk pengembangan usaha makanan halal, layanan jasa wisata, dan penginapan ramah bagi semua wisatawan,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa pengembangan pariwisata halal tetap akan memperhatikan nilai budaya dan agama lokal, serta menjaga keharmonisan masyarakat.
Sementara itu, Perencana Ahli Muda Dinas Pariwisata Sulbar, Asmadi, mengatakan bahwa rapat tersebut juga menghasilkan beberapa poin rekomendasi, di antaranya promosi wisata halal di destinasi unggulan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulbar.
“Promosi dan sosialisasi wisata halal kepada para pelaku usaha di tempat-tempat wisata unggulan Sulbar menjadi salah satu poin utama rekomendasi,” kata Asmadi.
Ia menjelaskan, ada tiga rumusan penting dari hasil rapat tersebut, yakni:
Dukungan terhadap program pengembangan ekonomi syariah yang dilengkapi dengan target dan lokasi kegiatan.
Penguatan branding, pembinaan, dan sosialisasi wisata halal kepada pelaku usaha di destinasi unggulan.
Baca juga:
- Prabowo-Gibran Dapat Rapor Hijau di Pendidikan dan Kesehatan, Ekonomi Masih jadi 'PR'
- Survei: 78,3 Persen Puas Terhadap Kinerja Presiden Prabowo
- Temuan Limbah Medis Berbahaya di Pengampelan Serang, DLH Tunggu Jadwal Angkut
- Seram! Jarum dan Selang Infus Ditemukan Berserakan di Saluran Jalan Sriwijaya, Dinkes Mataram Buru Pelaku
Peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui berbagai kegiatan promosi seperti Gema Sulbar, Manakarra Fair, Sandeq Silumba, serta pembuatan video promosi pariwisata.