Bukan Teh Biasa, Ketahui Matcha Terbuat dari Apa dan Cara Pembuatannya

YOGYAKARTA - Pernah terpikir matcha terbuat dari apa hingga bisa punya warna hijau cerah dan rasa lembut yang menenangkan?

Di balik segelas matcha latte yang estetik, ternyata ada proses panjang dan rahasia tradisi Jepang yang membuat bubuk hijau ini begitu istimewa dan bernilai tinggi. Penasaran? Yuk baca hingga selesai!

Matcha Terbuat dari Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya

Dilansir dari laman Breakaway Matcha, matcha ternyata berasal dari tanaman yang sama dengan semua jenis teh asli, yaitu Camellia sinensis. Dari daun tanaman ini bisa dihasilkan teh hijau (teh tanpa fermentasi), teh oolong (setengah fermentasi), dan teh hitam (fermentasi penuh).

Matcha termasuk dalam kategori teh hijau, tetapi cara penanaman, panen, dan pengolahannya sangat berbeda dari teh hijau biasa, apalagi dari oolong dan teh hitam.

Camellia sinensis sendiri memiliki beberapa varietas, dan tidak semuanya cocok untuk membuat matcha berkualitas tinggi. Matcha terbaik biasanya berasal dari tiga varietas utama asal Jepang yaitu samidori, okumidori, dan yabukita.

Baca juga artikel yang membahas Jangan Sampai Basi! Ini Cara Menyimpan Kopi Botolan agar Tahan Lama dan Tetap Segar

Ketiga varietas ini telah dibudidayakan di Jepang selama lebih dari 900 tahun oleh keluarga petani teh yang secara turun-temurun untuk memahami cara menghasilkan matcha dengan kualitas terbaik.

Matcha unggulan memiliki lima ciri khas penting, di antaranya:

  • warna hijau cerah yang intens
  • cita rasa umami yang kuat
  • karakter tanah (terroir) yang istimewa
  • kemampuan menghasilkan busa halus (frothability)
  • serta sensasi lembut yang bertahan hingga tegukan terakhir

Perpaduan lima karakter matcha ini sangat langka, sebab sebagian besar matcha di pasaran warnanya cenderung pucat, rasanya pahit, dan busanya tipis.

Daerah Penghasil Matcha di Jepang

Daerah penghasil matcha terbaik di Jepang adalah Uji, yang terletak di perbatasan tenggara Kota Kyoto yang merupakan pusat seni dan budaya tradisional Jepang. Matcha dari Uji dikenal memiliki terroir terbaik, menghasilkan warna dan rasa yang sempurna.

Selain itu, daerah Nishio di Prefektur Aichi juga terkenal sebagai penghasil matcha berkualitas sejak abad ke-12. Lingkungan pegunungan, tanah subur, serta iklim sejuk menjadikan matcha dari Nishio memiliki warna yang lebih cerah, rasa umami tinggi, dan kandungan nutrisi maksimal.

Panen matcha terbaik hanya dilakukan sekali setahun, biasanya pada bulan Mei. Sekitar enam minggu sebelum panen, kebun teh akan ditutup sebagian dari sinar matahari menggunakan jerami atau lembaran vinil hitam.

Tujuan penutupan daun teh untuk mengurangi fotosintesis secara bertahap, sehingga tanaman memproduksi lebih banyak klorofil dan asam amino. Proses inilah yang menghasilkan warna hijau pekat dan rasa manis lembut tanpa pahit khas matcha premium.

Hanya pucuk termuda dari setiap tunas (dua daun paling atas) yang dipetik secara manual. Daun-daun ini kemudian dikukus agar warna dan nutrisinya terjaga, lalu dikeringkan dengan udara panas.

Setelah disortir, daun-daun terbaik dibersihkan dari batang dan tulangnya hingga menjadi tencha, yaitu bahan dasar matcha. Tencha kemudian digiling perlahan menggunakan batu granit besar hingga menjadi bubuk sangat halus.

Menariknya, proses penggilingan matcha bisa memakan waktu lebih dari satu jam untuk menghasilkan 30 gram matcha. Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa matcha berkualitas tinggi memiliki harga mahal.

Nama matcha sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti “teh yang digiling”. Nah, setelah digiling, bubuk matcha disimpan dalam kemasan vakum dan didinginkan hingga siap dikirim, menjaga aroma dan kesegarannya tetap sempurna.

Selain pembahasan mengenai matcha terbuat dari apa, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di  VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami!