Tiga Obat Batuk di India Picu Kematian 21 Anak, Begini Tanggapan WHO

JAKARTA - Belakangan mencuri perhatian tiga sirup obat batuk diduga memicu meninggalnya 21 anak di India. Pada obat-obatan tersebut terkandung cemaran dietilen glikol (DEG).

Adapun tiga sirup obat batuk tersebut adalah Coldrif yang diproduksi oleh Sresan Pharmaceutical Manufactturer, dan dua lainnya yakni Respifresh serta RELIFE.

Uji lab terhadap Coldrif mengonfimasi terdapat zat ZEG dengan kadar hampir 500 kali lipat dari batas aman. Kasus ini mendapat sorotan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

WHO mengatakan telah mengidentifikasi peredaran tiga obat batuk tersebut. Sampai saat ini dikonfirmasi tidak ditemukan catatan ekspor dari ketiga obat batuk tersebut.

Meski demikian, WHO meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap obat batuk tersebut. Ini karena tetap adanya kemungkinan ekspor tidak resmi yang bisa saja terjadi.

“WHO sangat prihatin terhadap kasus ini dan menyoroti adanya celah regulasi dalam pemeriksaan diethylene glycol dan ethylene glycol untuk obat-obatan yang dijual di pasar domestik India,” kata juru bicara WHO, dikutio dari Reuters, pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Pada catatan WHO, sirup Coldrif hanya dijual di pasar lokal. Sementara RELIFE dan Respifresh diketahui beredar di beberapa negara bagian India, tetapi belum ditemukan bukti keduanya diekspor.