JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta India melakukan klarifikasi terkait ekspor sirup obat batuk yang telah menyebabkan kematian.
Reuters melaporkan, Rabu 8 Oktober, WHO akan mengkaji perlunya Peringatan Produk Medis Global (Global Medical Products Alert) terkait sirup Coldrif setelah menerima konfirmasi resmi dari otoritas India.
Kematian akibat sirup obat batuk dari India muncul di negara Asia Selatan tersebut. Kasus serupa juga terjadi di negara-negara lain.
Setidaknya 17 anak di bawah usia lima tahun meninggal dunia di India dalam sebulan terakhir setelah mengonsumsi obat batuk yang mengandung senyawa beracun dietilen glikol dalam jumlah hampir 500 kali lipat dari batas yang diizinkan.
Kasus kematian anak-anak akibat mengonsumsi sirup batuk juga terjadi di Kamerun, Gambia dan Uzbekistan.