Putin Beberkan Kecelakaan Tragis Pesawat Azerbaijan, Bermula dari 2 Rudal Rusia Cegat Drone Ukraina
JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin membeberkan peristiwa tragis jatuhnya pesawat Azerbaijan Airlines tahun lalu. Putin menyebut dua rudal Rusia meledak di samping pesawat Azerbaijan Airlines setelah pesawat nirawak (drone) Ukraina memasuki wilayah udara Rusia.
Putin menjanjikan kompensasi kepada mereka yang terdampak.
Penerbangan J2-8243, dalam perjalanan dari Baku menuju ibu kota Chechnya, Grozny, jatuh pada 25 Desember 2024 di dekat Aktau di Kazakhstan setelah dialihkan dari Rusia selatan, tempat pesawat nirawak Ukraina dilaporkan menyerang beberapa target.
Sebanyak 38 orang tewas akibat jatuhnya pesawat.
Rekaman video pada Kamis menunjukkan Putin dan Aliyev berjabat tangan dan tersenyum sebelum pertemuan bilateral di Tajikistan, di mana Putin berbicara tentang kecelakaan pesawat tersebut.
Tahun lalu, Putin menyampaikan permintaan maaf publik yang jarang terjadi kepada Aliyev atas apa yang disebut Kremlin sebagai "insiden tragis" di atas Rusia, di mana pesawat tersebut jatuh setelah pertahanan udara Rusia dikerahkan untuk melawan pesawat nirawak Ukraina.
"Tentu saja, semua yang diperlukan dalam kasus tragis seperti itu akan dilakukan oleh pihak Rusia terkait kompensasi dan penilaian hukum atas semua hal resmi akan diberikan," kata Putin kepada Aliyev dilansir Reuters, Kamis, 9 Oktober.
"Sudah menjadi tugas kita, saya ulangi sekali lagi, untuk memberikan penilaian objektif atas segala sesuatu yang terjadi dan mengidentifikasi penyebab sebenarnya,” tegas Putin.
Baca juga:
Putin memberi tahu Aliyev dua rudal pertahanan udara Rusia telah meledak beberapa meter dari pesawat setelah pesawat nirawak Ukraina memasuki wilayah udara Rusia.
Jet Embraer tersebut telah terbang dari ibu kota Azerbaijan, Baku, ke Grozny, di Republik Chechnya, Rusia selatan, tempat insiden itu terjadi, dan kemudian menempuh perjalanan sejauh 450 km (280 mil) melintasi Laut Kaspia dalam kondisi rusak parah.
Aliyev marah atas kecelakaan itu dan secara terbuka mengkritik reaksi awal dari Moskow yang menurutnya berusaha menutupi penyebab insiden tersebut.