10 Batu Meteor Termahal di Dunia, Harganya hingga Puluhan Miliar Rupiah

YOGYAKARTA - Manusia selalu terpikat oleh langit dan benda-benda misterius yang jatuh dari sana, salah satunya batu meteor. Sejak Harvey H. mulai memperdagangkan meteorit ke publik setelah Perang Dunia II, kolektor dan institusi berlomba untuk memilikinya. Koleksi batu meteor bisa menjadi investasi dan peluang bisnis karena harganya yang fantastis.

Harga batu meteor sangat bervariasi tergantung kelangkaan, asal, ukuran hingga keindahannya. Pada 2020 lalu, sebuah meteor jatuh di Tapanuli, Sumatera Utara. Meteorit seberat 1,7 kilogram tersebut terjual dengan harga Rp200 juta saat dilelang di toko online. Adapun batu meteor langka bisa mencapai puluhan miliar rupaih.

Batu Meteor Termahal di Dunia  

Para kolektor batu meteor rela mengeluarkan uang hingga puluhan miliar rupiah untuk memiliki potongan batu meteor. Dilansir dari Catawiki, berikut 10 meteor termahal di dunia.

  1. Meteorit Fukang - 1,7 juta Euro atau sekitar Rp 33,26 miliar

Meteorit ini merupakan palasit yang terbuat dari nikel-besi yang dilapisi kristal olivin (hijau). Penemuan ini sangat langka karena para ilmuwan percaya bahwa hanya 1 persen dari semua meteorit yang jatuh ke Bumi adalah palasit. Meteorit ini diperkirakan berusia 4,5 miliar tahun, yang berarti usianya hampir sama dengan planet kita atau lebih tua.

Meteorit Fukang ditemukan pada tahun 2000 dan seperti banyak meteorit lainnya, namanya diambil dari lokasi jatuhnya. Meteorit ini bukan hanya salah satu meteorit termahal di dunia tetapi juga mungkin salah satu yang terindah.

  1. Massa Utama Meteorit Brenham - 896.000 Euro atau sekitar Rp 17,52 miliar

Meteorit palasit 'berlapis besi' ini memiliki berat setengah ton dan bernilai 896.000 Euro. Batu ini berbentuk seperti perisai dan ditemukan di Kansas pada tahun 2005. Kebanggaan memiliki meteorit terletak pada romansa memiliki sesuatu yang bukan berasal dari Bumi itu sendiri dan bisa jadi merupakan salah satu benda tertua di alam semesta.

  1. Meteorit Willamette - 851.000 Euro atau sekitar Rp16,63 miliar

Pada bulan Oktober 2007, pecahan meteorit ini ditawarkan untuk dijual di New York. Batuan ini disumbangkan oleh Museum Sejarah Alam Amerika. Meteorit ini diyakini sebagai salah satu meteorit terbesar yang ditemukan di Bumi. Ditemukan pada tahun 1902, beratnya lebih dari 16 ton saat ditemukan.

  1. Meteorit Conception Junction - 724.000 Euro atau sekitar Rp14,14 miliar

Para peneliti yakin meteorit ini dulunya merupakan bagian dari asteroid yang mengorbit antara Mars dan Jupiter. Batu ini ditemukan pada tahun 2006 oleh seorang petani di Conception Junction, Missouri. Universitas St. Louis mengidentifikasi batu angkasa tersebut sebagai palasit, dengan kristal olivin di dalamnya.

  1. Meteorit Springwater - 511.000 Euro atau sekitar Rp 9,99 miliar

Meteorit palasit seberat 117 pon ini ditemukan di sebuah pertanian di Saskatchewan, Kanada pada tahun 1931. Meteorit ini diperkirakan berusia 4,5 miliar tahun dan mengandung mineral olivin dalam jumlah besar.

Ketika diiris dan dipoles, kristal olivin yang indah dapat terlihat jelas, sesuatu yang membuat meteorit palasit sangat diminati oleh para kolektor. Meteorit ini dibeli oleh Royal Ontario Museum di Toronto seharga 511.000 Euro.

  1. Meteorit Zagami Mars - 383.000 Euro atau sekitar Rp7,48 miliar

Zagami adalah meteorit yang berasal dari Mars dan mendarat di Nigeria pada tahun 1962. Potongan terbesar dari batu ini mulai dijual pada 2006 dan banyak planetarium di dunia mengajukan agar specimen tersebut dipinjam agar bisa dipamerkan.

  1. Meteorit Chelyabinsk - 336.000 Euro atau sekitar Rp6,56 miliar

Pada tahun 2013, sebuah meteor meledak di atas kota Chelyabinsk, Rusia. Batuan ini merupakan satu-satunya meteorit yang telah melukai banyak orang, lebih dari 1.500 orang membutuhkan perawatan medis pada hari itu. Kisah di balik sebuah meteorit juga penting dalam mempertimbangkan nilainya.

Meteorit yang memiliki saksi mata saat jatuh ke bumi, dapat dihargai lebih tinggi. Kondisi jatuhnya meteorit tersebut karenanya menjamin nilai yang lebih tinggi untuk pecahan meteorit Chelyabinsk.

  1. Meteorit Bulan Dar al Gani 1058 - 281.000 Euro atau sekitar Rp 5,49 miliar

Meteorit bulan terbesar yang pernah dilelang, dengan berat 4 pon, ditemukan di Libya pada tahun 1998. Tumbukan meteor di bulan melontarkan material permukaan ke luar angkasa, yang terkadang dapat berakhir di Bumi. Tentu saja, batuan bulan juga pernah sampai ke bumi melalui misi luar angkasa, tetapi meteorit yang dimaksud jatuh ke Bumi dengan sendirinya.

  1. Massa Utama Meteorit Zagami - 278.000 Euro atau sekitar Rp 5,43 miliar

Meteorit Zagami mengkristal dari magma basaltik sekitar 175 juta tahun yang lalu dan hingga saat ini merupakan meteorit Mars terbesar yang ditemukan di Bumi. Pada tahun 1962, seorang petani di Zagami, Nigeria hampir tertabrak meteorit besar ini ketika jatuh. Sebagian massanya ditawarkan untuk dijual dan bernilai lebih dari 278.000 Euro.

  1. Meteorit Gibeon - 280.000 Euro atau sekitar Rp5,47 miliar

Meteorit logam raksasa ini bukanlah meteorit biasa. Batuan angkasa ini digambarkan sangat mirip dengan lukisan terkenal karya Edvard Munch, "The Scream". Meteorit ini ditemukan di tepi Gurun Kalahari di Afrika Selatan dan diperkirakan bernilai 280.000 Euro.