3 Bayangan Loreng di Senja Hari: BBKSDA Riau Selidiki Dugaan Kemunculan Harimau

PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menindaklanjuti laporan warga yang mengaku melihat tiga ekor harimau di Desa Penghidupan, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar, dengan menurunkan tim gabungan ke lokasi kejadian.

Kepala BBKSDA Riau Supartono mengatakan, tim yang terdiri dari petugas BBKSDA, kepolisian, dan pemerintah desa diterjunkan untuk memverifikasi kebenaran laporan tersebut.

“Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan langsung turun ke lapangan untuk melakukan identifikasi awal,” kata Supartono di Pekanbaru, Antara, Minggu, 5 November.

Laporan awal menyebutkan tiga ekor satwa yang diduga harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) terlihat di area kebun sawit milik mitra PT Flora Wahana Tirta.

Lokasi kejadian diketahui berjarak sekitar 45 kilometer dari kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling, yang merupakan habitat alami harimau sumatera.

Tim sempat mewawancarai tiga warga pelapor, yakni Hendri Gule, Rito Widodo, dan Andri Miko. Mereka mengaku melihat tiga ekor harimau pada 28 September 2025 sekitar pukul 18.00 WIB — satu berukuran dewasa dan dua lainnya masih anakan.

“Namun karena panik dan takut, warga tidak sempat mengambil foto atau dokumentasi lain,” ujar Supartono.

Meski demikian, hasil pemeriksaan lapangan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan harimau, seperti jejak kaki, cakaran, maupun kotoran. Supartono menegaskan, meskipun belum ada bukti fisik, tim gabungan tetap meningkatkan pengawasan di sekitar lokasi dan memberikan edukasi kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sebagai langkah antisipasi, BBKSDA memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak beraktivitas sendirian di kebun, terutama setelah pukul 17.00 WIB dan sebelum pukul 07.00 WIB.

“Pihak PT Flora Wahana Tirta juga diimbau untuk memasang papan peringatan di area yang dilaporkan sebagai lokasi kemunculan harimau,” katanya.