Gawat! Google Sebut Peretas Mengirim Email Pemerasan ke Para Eksekutif
JAKARTA - Alphabet's induk perusahaan dari Google, mengatakan bahwa peretas sedang mengirim email pemerasan kepada sejumlah eksekutif yang tidak disebutkan jumlahnya. Mereka mengklaim telah mencuri data sensitif dari aplikasi bisnis Oracle mereka.
Dalam sebuah pernyataan, Google menyatakan bahwa sekelompok orang yang mengklaim berafiliasi dengan geng ransomware cl0p, sedang mengirim email kepada "eksekutif di berbagai organisasi yang mengklaim telah mencuri data sensitif dari Oracle E-Business Suite mereka."
Google memperingatkan bahwa saat ini "kami tidak memiliki bukti yang cukup untuk menilai kebenaran klaim ini secara definitif."
Baca juga:
- Komdigi Resmikan Garuda Spark Innovation Hub di Jakarta, Kota Lain Menyusul
- Xiaomi 17 Series Pecahkan Rekor Penjualan, Tembus Satu Juta Unit dalam Dua Hari
- Bantu Jaga Kelestarian Alam, Ini 6 Prinsip Teknologi Ramah Lingkungan yang Wajib Diterapkan
- Marak Serangan Daring, Pakar Ingatkan Indonesia untuk Siap Hadapi Konflik Siber
Pesan yang mencari komentar dari cl0p dan Oracle belum mendapat respons segera. Google menggambarkan kampanye email ini sebagai "bervolume tinggi" tetapi menolak untuk membagikan detail lebih lanjut.
Menurut laporan tambahan dari sumber seperti BleepingComputer dan Bloomberg, kampanye ini dimulai paling lambat pada 29 September 2025, dan peretas mengklaim telah membobol portal Oracle E-Business Suite yang menghadap internet dengan menyalahgunakan fungsi reset kata sandi default.
Dalam satu kasus, mereka menuntut tebusan hingga 50 juta dolar AS (Rp831,5 miliar), dan menyediakan bukti seperti tangkapan layar kepada korban.
Cl0p dikenal sebagai salah satu distributor phishing dan malspam terbesar di dunia, dengan lebih dari 3.000 organisasi di AS dan 8.000 secara global yang terdampak sejak 2023. Namun, Google melalui Mandiant menyatakan bahwa meskipun taktiknya mirip dengan kampanye Cl0p sebelumnya, bukti pencurian data masih belum dikonfirmasi.