UNRWA: Pendidikan Anak-anak Harus Menjadi Bagian dari Perjanjian Mengakhiri Perang di Gaza
JAKARTA - Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini menekankan, memastikan pendidikan anak-anak di Gaza harus menjadi elemen inti dari setiap perjanjian untuk mengakhiri perang Israel di Jalur Gaza.
Dalam pernyataan di media sosial X ia mengatakan, "Pendidikan anak-anak harus menjadi bagian dari setiap perjanjian untuk mengakhiri perang di Gaza. Rencana yang diusulkan harus memberikan harapan bagi lebih dari 660.000 anak yang telah kehilangan pendidikan selama tiga tahun," dikutip dari WAFA 1 Oktober.
Lebih jauh Lazzarini menekankan, mengembalikan anak-anak ke ruang kelas harus menjadi prioritas bersama untuk mendorong perdamaian dan stabilitas abadi.
UNRWA, berkat stafnya, memiliki pengalaman, infrastruktur dan pengetahuan yang diperlukan untuk mendukung pengembalian pendidikan formal secara bertahap bagi anak-anak di Jalur Gaza yang dilanda perang, jika gencatan senjata tercapai.
"Sebelum perang, UNRWA menyediakan pendidikan di sekolah-sekolahnya - sekolah PBB - kepada lebih dari 300.000 anak," tandasnya.
Lazzarini menyerukan kepada negara-negara anggota PBB untuk mendukung UNRWA dalam melindungi mandat dan pekerjaannya "agar dapat terus membuat perbedaan nyata dalam kehidupan dan masa depan anak-anak Palestina."
Baca juga:
- Menlu Sugiono Konsisten Tekankan Reformasi hingga Kerja Sama Internasional di Forum PBB
- Israel Setujui Pemimpin Baru Badan Intelijen Shin Bet Meski Ada Kontroversi
- Dewan Keamanan Setujui Penambahan Pasukan PBB di Haiti untuk Berantas Geng
- Rusia Harapkan Rencana Perdamaian Gaza Presiden Trump Terlaksana
"Tanpa pendidikan, anak-anak berisiko menjadi korban eksploitasi atau ekstremisme," tegasnya, memperingatkan kembali perlunya gencatan senjata segera.