Orang Tua Wajib Tahu, Ini Usia Ideal Anak untuk Khitan

YOGYAKARTA - Menentukan usia ideal anak khitan sering membuat orang tua bingung. Ada yang memilih sejak bayi, ada pula yang menunggu hingga anak sekolah. Padahal, pemilihan usia yang tepat penting agar proses khitan lebih lancar dan pemulihan cepat.

Banyak yang belum tahu jika khitan bukan hanya tradisi, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan, mulai dari menjaga kebersihan organ intim hingga mencegah infeksi. Karena itu, mengetahui kapan waktu yang tepat bagi anak untuk disunat menjadi langkah penting yang tak boleh diabaikan orang tua.

Berapa Usia Ideal Anak Khitan?

Secara medis, dilansir dari laman RS Pondok Indah, usia ideal anak khitan sebenarnya bisa dilakukan kapan saja setelah lahir. Namun, banyak dokter menyarankan beberapa minggu atau bulan pertama setelah dilahirkan karena prosesnya lebih sederhana.

Meskipun begitu, khususnya di Indonesia, sebagian orang tua tetap menyesuaikan waktu khitan dengan tradisi atau kondisi kesehatan anak, mulai dari usia bayi hingga remaja.

Dengan demikian,  tidak ada batasan usia tertentu yang dianggap paling optimal. Khitan bisa dilakukan kapanpun selama anak tidak memiliki masalah medis khusus.

Di masa kini semakin banyak orang tua memilih khitan sejak dini karena bayi lebih mudah ditangani, dosis bius yang dibutuhkan lebih sedikit, serta proses penyembuhan lebih cepat. Meski begitu, manfaat khitan tetap sama baik dilakukan saat bayi, balita, maupun usia sekolah.

Baca juga artikel yang membahas Cari Tahu Yuk, Ciri-Ciri Kemoterapi Berhasil yang Bisa Jadi Tanda Positif

Kelebihan Khitan Sejak Bayi

Khitan atau sunat adalah tindakan medis berupa pelepasan kulit penutup kepala penis (kulup). Proses ini tidak hanya dilakukan pada anak usia sekolah, tetapi juga bisa sejak bayi.

Sebagaimana dilansir dari RS Lavalette, justru khitan di usia bayi memiliki beberapa kelebihan dibanding dilakukan ketika anak lebih besar.

Pertama, perawatan penis jadi lebih mudah karena lebih bersih dan minim risiko infeksi.

Kedua, bayi yang disunat memiliki kemungkinan lebih kecil terkena infeksi saluran kemih yang bisa berpengaruh pada kesehatan ginjal.

Ketiga, proses penyembuhan cenderung lebih cepat karena bayi belum banyak bergerak, serta kebutuhan bius lebih sedikit dibanding anak usia lebih besar.

Meski begitu, sebelum memutuskan khitan pada bayi, sangat disarankan berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Anak. Pemeriksaan awal ini penting untuk memastikan kondisi kesehatan bayi aman, tidak ada kelainan atau infeksi, sehingga tindakan khitan dapat dilakukan secara tepat dan minim resiko.

Sebagai kesimpulan, khitan sejak bayi memiliki banyak kelebihan, mulai dari proses penyembuhan yang lebih cepat, penggunaan bius yang lebih sedikit, hingga risiko infeksi yang lebih rendah.

Khitan bayi, meski manfaatnya sama dengan khitan di usia anak sekolah, tindakan lebih dini sering dianggap lebih praktis dan nyaman. Namun, setiap anak memiliki kondisi kesehatan berbeda, sehingga konsultasi dengan dokter tetap penting agar khitan dapat dilakukan dengan aman, tepat, serta sesuai kebutuhan medis anak.

Selain pembahasan mengenai usia ideal anak khitan, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di  VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami!