ICA-CEPA Diteken, Mendag Targetkan Perdagangan dengan Kanada Bisa Tembus 7 Miliar Dolar AS
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menargetkan nilai perdagangan Indonesia dengan Kanada dapat meningkat dua kali lipat menjadi 7 miliar dolar AS setelah implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).
Budi bilang total perdagangan Indonesia-Kanada mencapai 3,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp58,38 triliun (asumsi kurs Rp16.680 per dolar AS) pada tahun 2024.
Lalu, sambung Budi, pada periode Januari hingga Juli 2025, total perdagangan Indonesia dan Kanada mencapai 2,72 miliar dolar AS atau setara dengan Rp45,36 triliun.
Sedangkan, ekspor Indonesia tercatat 1,01 miliar dolar AS atau Rp16,68 triliun. Sementara, impor Kanada mencapai 1,71 miliar dolar AS atau setara dengan Rp28,52 triliun.
“Dengan Kanada total trade kita 3,5 miliar dolar AS. Harapan kita bisa dua kali lipat ya setelah implementasi (ICA-CEPA) ini berjalan,” tuturnya di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin, 29 September
Sekadar informasi, lebih dari 90 persen atau sekitar 6.573 pos tarif Indonesia mendapat preferensi di pasar Kanada. Produk-produk potensial Indonesia seperti tekstil, alas kaki, furnitur, makanan olahan, elektronik ringan dan elektronik otomotif, hingga sarang walet diperkirakan akan makin kompetitif.
Kemudian, ada juga beberapa produk akan langsung menikmati tarif 0 persen saat perjanjian sudah berlaku atau entry into force, seperti makanan olahan, hasil laut, produk kerajinan berbahan serat alam, peralatan rumah tangga, serta granit dan marmer.
Di sisi lain, Indonesia juga membuka akses pasar sebesar 85,54 persen atau sekitar 9.764 pos tarif bagi produk prioritas Kanada. Seperti, daging sapi beku, gandum, kentang, hasil laut hingga makanan olahan.
Baca juga:
Budi mengatakan ICA-CEPA tidak hanya soal angka perdagangan dan juga tarif. Tetapi, juga membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha dan generasi muda Indonesia untuk menembus pasar Kanada. Serta, memberi kesempatan bagi investor Kanada mencari mitra strategis di Indonesia.
“Penandatanganan (ICA-CEPA) ini baru awal. Tugas kita selanjutnya memastikan perjanjian ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat, pelaku usaha, dan investor di kedua negara,” jelasnya.
Sekadar informasi, ICA-CEPA telah ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama dengan Menteri Perdagangan Internasional Kanada, Maninder Sidhu pada Rabu, 24 September 2025, di Ottawa, Kanada.
Adapun penandatanganan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif tersebut juga disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney.