Strategi Chip Internal Apple Membuka Peluang Besar untuk AI di Masa Depan

JAKARTA - Keputusan Apple untuk merancang chip sendiri telah memberikan kontrol lebih besar atas kemampuan lini iPhone 17. Langkah ini juga akan memperkuat ambisi Apple di bidang kecerdasan buatan (AI) dunia.

Meskipun Apple merupakan salah satu pemimpin di pasar smartphone, strategi AI-nya melalui Apple Intelligence belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi. Namun, dengan peluncuran iPhone terbaru, Apple kini berada di posisi yang lebih baik untuk mengembangkan AI, berkat kontrol lebih besar terhadap perangkatnya.

Dalam wawancara dengan CNBC yang diterbitkan pada Minggu, 21 September, Tim Millet, Wakil Presiden Arsitektur Platform Apple, dan Arun Mathias, Wakil Presiden Teknologi Perangkat Lunak Nirkabel dan Ekosistem, membahas chip baru Apple untuk generasi iPhone 17. Peluncuran chip nirkabel N1 dan modem C1X generasi kedua menjadi langkah besar Apple di bidang konektivitas nirkabel, memberikan kontrol lebih besar atas performa perangkat keras.

"Itulah keajaibannya," ujar Millet. "Ketika kami memiliki kendali, kami bisa melakukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan jika hanya membeli komponen silikon dari pihak lain."

Pernyataan ini merujuk pada strategi Apple untuk secara bertahap merancang lebih banyak komponen iPhone secara internal, alih-alih bergantung pada solusi pihak ketiga. Salah satu contoh terbesar adalah akuisisi bisnis modem Intel senilai miliaran dolar pada 2019.

Sebagai contoh manfaatnya, Mathias menjelaskan bahwa titik akses Wi-Fi dapat membantu perangkat menentukan lokasi tanpa perlu GPS, sehingga menghemat daya. Dengan memproses informasi lokasi di latar belakang tanpa sering mengaktifkan prosesor aplikasi, lokasi dapat ditentukan "jauh lebih efisien" dibandingkan sebelumnya.

Modem C1X pada iPhone Air menjadi pengecualian dalam lini ini, karena iPhone 17 dan iPhone 17 Pro masih menggunakan modem dari Qualcomm. Meski begitu, langkah ini tetap memberikan Apple kontrol lebih besar. Mathias menyebutkan bahwa C1X hingga dua kali lebih cepat dibandingkan C1 pada iPhone 16e, dan yang lebih penting, menggunakan energi 30% lebih sedikit dibandingkan modem Qualcomm pada iPhone 16 Pro.

Masa Depan yang Dipercepat oleh AI

Meskipun manfaat modem cukup jelas, sisi AI masih agak kabur, sebagian karena Apple belum menghadirkan model AI seperti ChatGPT milik Google atau OpenAI kepada konsumen. Namun, dengan chip A19 Pro, Apple beralih ke arsitektur chip baru yang meningkatkan kemampuan Neural Engine. Kali ini, Apple menambahkan akselerator saraf ke inti GPU, yang akan mempercepat tugas-tugas berbasis pembelajaran mesin.

Millet menegaskan bahwa Apple sedang "membangun kemampuan AI di perangkat terbaik yang dimiliki siapa pun." Chip ini juga akan mampu menangani "beban kerja AI di perangkat yang penting" di masa depan.

Selain privasi dari pemrosesan di perangkat, Millet menyebut efisiensi dan responsivitas sebagai faktor penting dari kontrol yang ditingkatkan ini. Dengan pemrosesan saraf di iPhone yang kini setara dengan performa MacBook Pro, Millet menyebutnya sebagai "langkah besar dalam komputasi ML." Matematika matriks padat di Neural Engine, yang sebelumnya tidak tersedia di GPU, kini hadir di A19 Pro.

Dengan akselerator saraf yang bekerja mirip seperti tensor core pada chip AI Nvidia, Millet menyoroti manfaatnya di masa depan. Pemrosesan saraf dirancang sehingga sebuah program dapat ditulis untuk prosesor kecil, dan set instruksi dapat diperluas untuk menggunakan "kelas komputer baru." Perangkat lunak tersebut berpotensi beralih antara instruksi rendering 3D dan instruksi pemrosesan saraf, menurut Millet.