JAKARTA - Apple dikabarkan tengah bersiap meluncurkan dua chip generasi berikutnya — A20 dan A20 Pro — yang akan menjadi otak di balik seri iPhone 18 dan model lipat pertama perusahaan. Keduanya akan menggunakan teknologi fabrikasi 2 nanometer (nm) dari TSMC, menjadikannya lompatan besar dari chip 3 nm yang saat ini digunakan pada A17 Pro.
iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone lipat itu diperkirakan hadir pada September 2026, sementara iPhone 18 reguler dan versi ringan “iPhone 18e” mungkin menyusul pada Maret 2027. Chip A20 Pro akan diluncurkan lebih dulu, disusul A20 beberapa bulan kemudian.
Strategi ini diyakini sebagai cara Apple mengatur pasokan chip dan menekan biaya produksi, sekaligus memberi ruang untuk dua momen besar peluncuran iPhone setiap tahun.
BACA JUGA:
Lompatan ke 2 nm
Peralihan ke proses 2 nm berarti Apple memasuki era baru efisiensi dan performa. Transistor yang lebih kecil memungkinkan daya tahan baterai lebih lama, suhu perangkat lebih rendah, dan respons lebih cepat, terutama untuk tugas berat seperti pemrosesan AI dan grafis.
Tim silikon Apple juga dikabarkan sedang bereksperimen dengan desain baru “RAM-on-wafer”, di mana memori ditempatkan langsung pada wafer yang sama dengan CPU dan GPU. Pendekatan ini dapat memperkecil ukuran chip, mengurangi latensi, serta meningkatkan efisiensi daya — mirip dengan konsep unified memory pada chip Mac.
Lebih Tipis, Lebih Dingin, Lebih Cepat
Chip 2 nm dan tata letak kompak memberi peluang bagi Apple untuk kembali menipiskan bodi iPhone tanpa mengorbankan performa. Dengan kapasitas baterai sama, perangkat bisa bertahan lebih lama dan tetap dingin.
Kemampuan pendinginan ini penting untuk fitur Apple Intelligence seperti pemrosesan bahasa dan pengenalan visual yang berjalan terus-menerus di latar belakang. Teknologi tersebut juga bisa membuka jalan bagi kamera dan layar yang lebih canggih tanpa risiko panas berlebih.
Bahkan, peningkatan efisiensi ini bisa dimanfaatkan Apple untuk menghadirkan model ultraringan seperti “iPhone Air” dengan baterai lebih kecil tanpa kehilangan daya tahan.
Strategi dan Keunggulan Apple
Langkah Apple sejalan dengan jadwal produksi TSMC, yang akan memulai produksi massal chip 2 nm pada akhir 2025. Apple kemungkinan menjadi pelanggan pertama yang memanfaatkannya pada pertengahan 2026.
Node 2 nm diperkirakan menawarkan peningkatan performa 10–15% dan efisiensi energi hingga 30% dibanding 3 nm. Keunggulan ini memperkuat posisi Apple dalam kontrol hardware dan menjaga jarak dari pesaing seperti Qualcomm dan MediaTek yang kerap tertinggal satu generasi dalam efisiensi daya.
Realitas dan Tantangan
Meski terdengar menjanjikan, beberapa analis menyarankan kehati-hatian. Integrasi RAM langsung di wafer merupakan langkah berani untuk perangkat massal dan mungkin hanya muncul di model tertentu. Tantangan utama terletak pada pengelolaan panas dan tingkat keberhasilan produksi.
Namun, sejarah menunjukkan Apple berani mengambil risiko demi integrasi optimal antara perangkat keras dan perangkat lunak — mulai dari chip seri A hingga transisi ke Apple Silicon di Mac. Chip A20 jelas mengikuti pola itu.
Faktor iPhone Lipat
Kehadiran iPhone lipat membuat kebutuhan akan chip hemat daya dan fleksibel makin penting. Desain lipat memerlukan efisiensi ekstrem dan koordinasi layar yang canggih — keduanya sangat bergantung pada silikon khusus seperti A20 Pro.
Jika semuanya sesuai rencana, iPhone lipat bisa debut pada 2026 dan berfungsi sebagai “panggung debut” bagi A20 Pro, seperti halnya iPhone X memperkenalkan Face ID dan layar OLED.
Persaingan Memanas
Sementara itu, Qualcomm dan Samsung baru menargetkan chip 2 nm pada akhir 2026. Keunggulan waktu Apple bersama TSMC bisa membuatnya mengamankan produksi batch pertama — mengulang dominasi yang terjadi saat era A17 Pro 3 nm.
Jika rencana ini berjalan mulus, seri A20 akan menandai lompatan besar Apple berikutnya: chip yang lebih kecil, lebih cepat, dan lebih efisien — membuka era baru iPhone yang lebih tipis, lebih dingin, dan lebih tahan lama.