Krisis Baterai Ganggu Produksi Nissan Leaf Terbaru, Peluncuran Berpotensi Mundur
JAKARTA – Nissan kembali menghadirkan Leaf terbaru, mobil listrik andalannya yang siap membawa pengguna menikmati pengalaman berkendara mulus, intuitif, dan bebas emisi. Kehadiran model ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan elektrifikasi Nissan.
Namun, kabar kurang menyenangkan datang dari lini produksi. Mengutip laporan Carscoops, Kamis, 18 September, peluncuran Leaf terbaru diperkirakan akan sedikit tersendat. Nissan bahkan berencana mengurangi produksi mulai September hingga November 2025.
Langkah ini diambil karena perusahaan tengah menghadapi keterlambatan pasokan baterai, yang menjadi komponen kunci mobil listrik ini. Produksi Nissan Leaf saat ini berlangsung di pabrik Tochigi, Jepang, tetapi akan mengalami pengurangan cukup signifikan sepanjang Oktober, sehingga ribuan unit diperkirakan tidak jadi diproduksi sesuai target awal.
Menurut Nikkei Asia, pasokan baterai Leaf berasal dari AESC, namun peningkatan kapasitas produksinya belum secepat yang diharapkan. Jika situasi ini berlanjut, ketersediaan Leaf di ruang pamer bisa menjadi terbatas.
Padahal, model ini memegang peran penting bagi strategi elektrifikasi Nissan. Leaf terbaru dibangun di atas platform CMF-EV, sama seperti SUV listrik Nissan Ariya.
Baca juga:
Untuk pasar Amerika, tersedia dua pilihan baterai:
Versi entry-level memakai baterai 52 kWh dengan motor listrik bertenaga 174 hp dan torsi 345 Nm, penggerak roda depan.
Versi lebih bertenaga menggunakan baterai 75 kWh, motor listrik 214 hp dan torsi 355 Nm, dengan klaim jarak tempuh hingga 488 km dalam sekali pengisian.
Didukung pengalaman lebih dari 15 tahun sejak generasi pertamanya diluncurkan, Nissan Leaf baru dirancang untuk memberikan kemudahan kepemilikan EV. Mulai dari fitur pengisian daya yang praktis, teknologi pintar, hingga pengalaman berkendara yang halus dan menyenangkan, Leaf diharapkan menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin beralih ke mobil listrik.