Bagikan:

JAKARTA – Perangkat lunak Full Self-Driving (FSD) Tesla adalah paket tambahan fitur bantuan pengemudi yang digadang-gadang perusahaan sebagai "masa depan transportasi", di mana mampu menavigasi hampir di mana saja tetapi butuh pengawasan aktif.

Namun kecanggihan teknologi ini belumlah sempurna. Sejumlah laporan dan video menunjukkan bahwa teknologi semi-otonom ini ternyata gagal mengenali perlintasan kereta api yang aktif, memaksa pengemudi untuk mengambil alih kemudi demi menghindari bahaya.

Mengutip laporan dari NBC News, Kamis, 18 September, mengungkapkan bahwa Tesla FSD, yang berstatus Level 2 dan membutuhkan pengawasan penuh dari pengemudi, mengalami kesulitan serius. Dalam salah satu video yang direkam, sebuah Tesla Model Y mendekati perlintasan kereta api yang palangnya sudah mulai turun, namun mobil tidak secara otomatis berhenti. Pengemudi harus menginjak rem secara manual untuk menghentikan kendaraan.

Kejadian menegangkan ini dialami Italo Frigoli pada suatu malam di bulan Juni lalu. Saat itu, ia sedang mencoba perangkat lunak FSD pada mobil Teslanya. Ketika mendekati perlintasan kereta, palang pintu sudah turun dan lampu peringatan berkedip, menandakan kereta api akan segera melintas.

Bagi pengemudi manusia, sinyal-sinyal ini adalah isyarat jelas untuk berhenti. Namun, Frigoli terkejut melihat mobilnya, yang berjalan dalam mode semi-otonom, tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.

“Rasanya seperti mobil ini akan menerobos palang pintu,” ujar Frigoli. “Jadi, saya langsung menginjak rem sekuat tenaga.”

Masalah serupa dilaporkan oleh banyak pengemudi Tesla lainnya di berbagai forum online. Mereka mengeluhkan FSD yang tidak merespons lampu berkedip dan palang pintu perlintasan, bahkan ketika sinyal tersebut sudah jelas terlihat. Beberapa ahli berspekulasi bahwa Tesla mungkin tidak menggunakan data yang cukup untuk melatih perangkat lunaknya mengenali berbagai jenis perlintasan kereta api yang ada.

Isu ini telah menarik perhatian regulator. Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) AS menyatakan bahwa mereka "menyadari insiden ini" dan telah berkomunikasi dengan pabrikan. NHTSA menambahkan bahwa mereka terus menganalisis keluhan dari konsumen untuk mencari tahu apakah ada tren cacat keselamatan yang serius pada kendaraan tersebut.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus terkait FSD. Sebelumnya pada Juni, sebuah mobil Tesla dilaporkan berbelok ke jalur rel dan tertabrak kereta api beberapa menit kemudian.