Terduga Pembunuh Charlie Kirk Ditangkap, Gubernur Utah Sebut Serangan terhadap Eksperimen Amerika

WASHINGTON – Gubernur negara bagian Utah, Spencer Cox, mengumumkan bahwa terduga pelaku penembakan aktivis politik konservatif Charlie Kirk telah ditangkap. Pelaku diidentifikasi sebagai Tyler Robinson, seorang warga asli Utah.

“Kami menangkapnya,” kata Cox dalam pernyataannya yang dikutip ANTARA, Sabtu, 13 September.

Cox menegaskan bahwa pembunuhan Charlie Kirk bukan sekadar serangan terhadap individu, melainkan terhadap fondasi nilai Amerika.

“Ini adalah serangan kepada kita semua. Serangan ini mengena hingga inti dasar dari siapa kita,” ujarnya.

Menurut Cox, informasi awal terkait Robinson diperoleh dari anggota keluarganya yang memberi tahu pihak berwenang bahwa Robinson mengakui atau memberi isyarat sebagai pelaku penembakan di Utah Valley University (UVU), lokasi peristiwa pada Rabu (10/9).

Pihak keluarga juga menyebut Robinson kian aktif secara politik dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan, saat sebuah makan malam keluarga sebelum insiden, ia sempat menyinggung kedatangan Kirk ke UVU dan menyampaikan ketidaksukaannya terhadap pandangan sang aktivis.

Sementara itu, Presiden Donald Trump menyatakan ayah Robinson memainkan peran penting dalam penangkapan anaknya. Direktur FBI Kash Patel memastikan Robinson ditangkap pada Kamis pukul 22.00 waktu setempat (Jumat 11.00 WIB).

Rekaman dan Barang Bukti

Cox menyebut rekaman kamera pengawas kampus menunjukkan Robinson hadir sejak pagi hari sebelum penembakan.

Ia terlihat mengenakan kaus marun, celana pendek cerah, topi hitam, dan sepatu terang—pakaian yang sama saat ditangkap.

Gubernur Utah juga menyebut penyidik menemukan senapan aksi-grendel Mauser model 98 kaliber. Selongsong peluru yang sudah digurat dengan kata-kata.

"Tulisan yang ada pada selongsong yang ditembakkan berbunyi 'notices, bulges, OWO, what's this?'," kata dia.

Sementara pada selongsong yang tak ditembakkan dituliskan "Hai, fasis! Tangkap!" dan diikuti dengan gambar panah menghadap atas, panah menghadap kanan, dan tiga panah menghadap bawah.

Selongsong kedua yang tidak ditembakkan dituliskan lirik lagu "Bella Ciao" yang berbunyi "Oh, Bella Ciao, Bella Ciao, Bella Ciao, Ciao, Ciao", dan selongsong ketika yang juga tidak ditembakkan bertuliskan "Jika kau membaca ini, kamu gay".