Bagikan:

JAKARTA - Jaksa Agung Amerika Serikat Pam Bondi menyatakan tersangka pembunuhan aktivis konservatif Charlie Kirk, Tyler Robinson, akan didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama dan berpotensi menghadapi eksekusi di Negara Bagian Utah.

“Mereka akan mendakwanya untuk pembunuhan tingkat pertama. Secara hukum masih terlalu dini untuk memutuskan, tetapi Gubernur telah mengatakan mereka menginginkan hukuman mati, yang memang masih berlaku di Utah,” kata Bondi dalam wawancara dengan Fox News dikutip dari Sputnik, Selasa, 16 September.

Bondi menambahkan, Utah hingga kini masih memiliki regu tembak untuk melaksanakan eksekusi hukuman mati. Dakwaan terhadap tersangka rencananya diajukan pekan ini.

Menurut Bondi, DNA tersangka ditemukan pada senjata pembunuhan di lokasi kejadian. Departemen Kehakiman AS juga dapat mengajukan tuntutan federal terhadap pelaku bila dianggap perlu untuk meminta pertanggungjawaban penuh.

Di saat yang sama, Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) menyebut tersangka telah mengakui perbuatannya melalui pernyataan tertulis dan sebelumnya mengungkapkan niatnya melakukan kejahatan tersebut.

Charlie Kirk, seorang politisi konservatif sekaligus pendukung Donald Trump, dilaporkan tertembak pada 10 September 2025 dalam sebuah acara di Universitas Utah Valley. Kirk dikenal vokal menentang bantuan AS ke Ukraina dan menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebagai penghalang perdamaian.