JAKARTA - Seorang taruna mengalami luka tembak saat kebijakan lockdown diterapkan di Akademi Militer (Akmil) Angkatan Laut (AL) di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat (AS).
Kebijakan lockdown ini diterapkan menyusul adanya ancaman dari orang tidak dikenal ditujukkan kepada akmil tersebut sehari setelah penembakan hingga tewas aktivis konservatif Charlie Kirk di Universitas Utah Valley.
Namun, kebijakan pencegahan itu ternyata justru kisruh.
Kisruh berawal dari korban yang keliru mengira petugas penegak hukum berkeinginan melakukan penyerangan saat mendatangi akmil itu pada Kamis waktu setempat.
Petugas itu dipukul oleh korban dengan senapan parade yang digunakan untuk latihan taruna. Tak lama kemudian korban terjerembab ke lantai dengan luka tembakan dari petugas.
Berdasarkan pengamatan menggunakan helikopter media WBAL bagian NBC News, terlihat seseorang dibawa keluar dengan tandu ke helikopter polisi negara bagian yang telah menunggu di lapangan akmil lokasi kejadian tersebut.
BACA JUGA:
Seorang sumber mengatakan, taruna yang ditembak petugas penegak hukum pada Kamis tersebut telah dirawat di rumah sakit. Pejabat AL AS menambahkan pada Kamis malam waktu setempat, korban dalam kondisi stabil.
Selain akmil di Maryland, kebijakan lockdown dilakukan di lima perguruan tinggi lainnya di AS yang juga mendapat ancaman sama setelah insiden berdarah Charlie Kirk.
Ancaman itu berasal dari orang tidak dikenal yang diunggah di media sosial. Seorang sumber mengaku kepada NBC News, ancaman itu berasal dari taruna berstatus dropout.
Sumber itu menjelaskan, pelaku tidak berada di akmil tetapi menggunakan alamat IP agar tampak seolah-olah berada di sana.
Pelaku yang diyakini telah membuat ancaman tersebut berada di rumah pada saat kejadian.