Cerita Guernica Club tentang Kerentanan dan Menguatkan Diri dalam Givemeall
JAKARTA - Sebuah pengakuan paling personal disuguhkan berjudul Guernica Club dalam single terbarunya bertajuk “Givemeall”. Dirilis melalui Sinjitos Collective. lagu ini diproduseri Joseph Saryuf, yang juga turut berkontribusi mengisi backing vocal, menambah kedalaman emosional pada keseluruhan produksi.
“Givemeall” mewakili sebuah perjalanan emosional pasca cinta yang membentuk bukan hanya waktu, tetapi juga identitas. Lagu ini lahir dari perjalanan lima tahun penuh musik, jiwa, dan kehidupan yang saling bertaut—hingga akhirnya runtuh, meninggalkan rasa kehilangan yang hampir terasa sakral.
Lirik yang sentimental di lagu “Givemeall” menggambarkan tarik-menarik antara kerinduan dan pelepasan, sekaligus menyuarakan transformasi: bagaimana dua jiwa yang pernah menyatu perlahan saling bertukar sifat, lalu akhirnya harus berpisah.
Baca juga:
Guernica Club menjadikan karya ini sebagai potret intim kerentanan dan ketahanan, pengingat bahwa bahkan dalam kehilangan, ada keindahan dalam pernah mencintai sesuatu yang begitu langka.
“Givemeall bukan sekadar lagu tentang patah hati,” ungkap Guernica Club dalam keterangan tertulis, 12 September.
“Lagu ini adalah dokumentasi perubahan, duka yang diterjemahkan menjadi bunyi, dan perjalanan untuk tetap membawa kemarin sambil berani melangkah maju,” pungkas mereka.