Populer pada Masanya, Ini Deretan Aplikasi Windows yang Dihentikan Microsoft
JAKARTA – Microsoft sering menghentikan aplikasi bawaan Windows secara diam-diam. Biasanya, hal ini dilakukan karena aplikasi tidak lagi berpengaruh atau sudah kehilangan banyak pengguna.
Selain itu, beberapa aplikasi juga dihentikan karena Microsoft telah memiliki aplikasi lain yang lebih baik atau hanya mengandalkan aplikasi pihak ketiga. Meski begitu, beberapa aplikasi ini sempat populer dan digunakan oleh banyak orang, melansir dari Makeuseof.
Internet Explorer
Salah satu aplikasi yang paling bersejarah adalah Internet Explorer. Sejak dirilis pada 1995, Internet Explorer sempat menguasai lebih dari 90 persen pangsa pasar browser. Namun, internet mengalami perkembangan yang cukup drastis.
Baca juga:
Seiring berjalannya waktu, popularitas browser ini mulai menurun, khususnya pada akhir tahun 2000-an saat Chrome dan Firefox muncul. Faktanya, Internet Explorer mulai ditinggalkan karena tidak berkembang seperti browser lainnya.
Internet Explorer lambat, tidak kompatibel dengan standar web terbaru, dan memiliki celah keamanan yang tak ada habisnya. Akhirnya, Microsoft secara resmi menghentikan peramban ini pada tahun 2022.
Sebagai gantinya, Microsoft merilis Microsoft Edge, peramban berbasis Chromium yang lebih cepat dan aman. Meskipun demikian, Edge tetap menyediakan 'Mode IE' bagi perusahaan yang masih membutuhkan aplikasi web lama.
Paint 3D
Aplikasi lain yang hilang adalah Paint 3D. Aplikasi yang dirilis pada tahun 2017 ini dirancang untuk menjadikan Paint sebagai aplikasi kreatif yang mudah digunakan untuk membuat model 3D. Sayangnya, visi ini tidak pernah terwujud.
Sebagian besar pengguna tetap menggunakan Paint klasik untuk coretan sederhana, sementara profesional beralih ke perangkat lunak berat seperti Blender. Dengan minat Microsoft pada VR yang mulai mereda, Paint 3D akhirnya dihapus dari Microsoft Store pada November 2024.
Aplikasi lain yang tidak luput dari penghentian Microsoft adalah Mail. Aplikasi ini adalah klien email bawaan Windows 10 dan 11 yang ringan dan terintegrasi dengan baik. Mail menawarkan antarmuka yang lebih bersih dan sederhana bagi pengguna yang tidak ingin menggunakan Outlook lengkap.
Namun, sebagai bagian dari peluncuran One Outlook, Microsoft akhirnya mengganti Mail dengan Outlook baru. Dukungan resmi untuk Mail berakhir pada 31 Desember 2024 sehingga aplikasi ini tidak lagi bisa mengirim atau menerima email.