Kimchi hingga Yogurt, Ini Manfaat Konsumsi Makanan Fermentasi untuk Tubuh
JAKARTA - Makanan fermentasi adalah hasil olahan yang melibatkan mikroorganisme, seperti bakteri atau ragi yang bekerja mengubah karbohidrat menjadi asam atau alkohol. Beberapa jenis makanan fermentasi yang populer adalah kimchi hingga yogurt.
Selain memiliki rasa yang khas, makanan fermentasi juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Oleh karena itu, sangat penting untuk memasukkan makanan fermentasi dalam menu makanan harian Anda.
Hal tersebut karena menambahkan makanan fermentasi dalam menu harian bisa menjadi langkah sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan. Inilah alasan kenapa Anda harus konsumsi makanan fermentasi, dikutip dari Good Food, pada Senin, 8 September 2025.
1. Sumber bakteri baik
Sebagian besar makanan fermentasi mengandung bakteri baik yang bersifat probiotik. Probiotik merupakan jenis mikroorganisme yang dapat membantu memulihkan keseimbangan bakteri dalam usus, mendukung kesehatan sistem pencernaan, serta meringankan berbagai masalah pencernaan seperti perut kembung atau sembelit.
2. Memperkuat sistem kekebalan tubuh
Makanan fermentasi seperti kimchi tak hanya kaya akan probiotik, tetapi juga mengandung berbagai vitamin dan antioksidan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satunya adalah vitamin C, yang merupakan nutrisi penting dalam kimchi yang dikenal perannya untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Baca juga:
3. Mendukung kesehatan jantung
Konsumsi makanan fermentasi sebagai menu harian juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Manfaat ini berkaitan dengan kemampuan makanan fermentasi dalam menurunkan tekanan darah serta memperbaiki keseimbangan kadar kolesterol, yang sangat baik untuk kesehatan jantung.
4. Meningkatkan ketersediaan nutrisi tubuh
Alasan lainnya yang membuat makanan fermentasi harus ada di menu harian Anda adalah karena makanan tersebut menghasilkan banyak vitamin dan mineral, yang mudah diserap oleh tubuh. Ini karena proses fermentasi membantu mengurangi senyawa alami seperti asam fitat, zat yang umumnya terdapat dalam kacang-kacangan.
Asam fitat dikenla sebagai ‘antinutrisi’ karena menghambat penyerapan mineral penting seperti zat besi dan seng. Dengan mengurangi senyawa tersebut, fermentasi membuat kandungan gizi dalam makanan menjadi lebih mudah diserap tubuh sehingga ketersediaan nutrisi tubuh baik.